Friday, 21 March 2014

Friday's Reccomendation #4 : Dadaisme


Hai, sudah lama ya saya tidak update blog ini, kerjaan dan drama kehidupan benar-benar menyita waktu saya nih, baca aja juga jarang. Nah, mumpung malam Sabtu dan saya tidak harus lembur besok (dan entah kenapa hari ini saya tidak merasa capek), saat yang tepat buat update blog :3

Kali ini saya akan merekomendasikan buku yang saya baca saat saya masih SMA, ketika saya tidak banyak tau tentang hal-hal dewasa dan pikiran belum terbuka seperti sekarang. Ketika belum banyak buku yang saya baca. Novel ini termasuk bacaan yang membuat saya tercengang untuk beberapa hari dan masih ingat sampai sekarang dan selalu saya anggap novel bagus. Apakah jika saya membacanya ulang, dengan pemikiran dan preferensi sekarang, novel ini masih masuk dalam daftar "bagus"?


Btw, ini review asal-asalan saya, karena saya udah tidak ingat siapa dan siapa di novel ini xD

edisi yang dibeli perpustakaan SMA saya lebih kelam. Hitam, ada gambar malaikat (?) kecil dengan satu sayap
Beberapa hal yang membuat saya saat itu kagum dengan novel ini:
- Alur semburat? Apa namanya yah, pokonya seperti puzzle. Loncat-loncat. Klo orang yang gak sabaran akan bilang, "maunya apa sih novel ini?", lalu semua puzzle yang kita baca disatukan di tengah buku dan Woaaaa!!
- Novel ini mengangkat tema-tema yang, tidak wajar, bagi saya saat itu. 

Mau ikutan Friday's Recommendation-nya mbak Ren? Silahkan ke blognya :3

1 comment:

  1. Tentang alur semburat alias loncat - loncat, coba baca The Golem and The Jinni deh De . Bagus juga tuh :)

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)