Saturday, 29 April 2017

[Blogtour + Ask Author + Giveaway] Underwater - Marisa Reichardt


Judul : Underwater
Penulis: Marisa Reichardt 
Genre: young adult, contemporary, romance
Penerbit : Spring
Tebal : 328 Halaman
ISBN : 9786026044341
Blurb: Goodreads.

***
Novel debut Marisa Marisa Reichardt ini bercerita tentang Morgant Grant, gadis SMA yang menderita PTSD dan anxiety disorder plus masalah keluarga yang komplek. Hal tersebut membuatnya mengurung diri di rumah dan menderita agorafobia. Sampai ketika dia sudah tidak tahan lagi dengan hidupnya, Evan pindah ke sebelah apartemennya. Evan mengingatkan Morgan pada laut dan bagaimana menyenangkannya berenang.

Sebelumnya saya sudah pernah mereview 150 halaman pertama ARC novel ini yang dikirim oleh Penerbit Spring di sini. Bisa dibilang saya sudah menulis panjang lebar tentang implikasi yang dibawa oleh novel ini. Mulai dari penyakit psikologi dan isu-isu yang sedang panas di Amerika Serikat.
Memang sangat pas sekali publikasi novel ini dengan isu-isu yang sedang gencar diperdebatkan di Amerika Serikat. Ketika orang-orang bertanya-tanya kejadian apa yang sebenarnya terjadi pada Morgan (walau saya sejujurnya sudah mendapat gambaran kecil apa yang terjadi). Dengan alur cerita yang lambat, yang lebih saya suka dengan istilah "slow building", tentu saja akan membuat banyak orang penasaran apa sih kejadiannya? But it is America. Mereka sangat vokal. Penerbit Spring sendiri bahkan menurut saya sudah memberi sedikit spoiler. 

Anyway, hal bagus mengenai slow building adalah pendalaman karakter Morgan, yang tentu saja aku membuat orang yang punya hati bersimpati. Bagaimana dia menemukan caranya sendiri untuk menghadapi monsternya. Bagaimana dia menghadapi penyesalan tanpa merusak dirinya lebih jauh lagi dan bagaimana dia dapat berkaca kepada orang-orang yang awalnya dia benci. Morgat sangat dewasa untuk memahami dirinya sendiri. Walaupun mungkin, plotnya adalah Evan memancing dia untuk sembuh tetapi Morgan sendirilah yang membuat dirinya sembuh. Tanpa kekuatan miliknya sendiri, Morgan aku tetap terjebak di titik terendah hidupnya.

Hal yang paling saya suka dengan novel ini, selain mengangkat isu panas yang sempat dijadikan bahan perdebatan ketika pemilihan presiden Amerika kemarin adalah supportive family. Seperti yang saya jelaskan di review ARC, penyakit psikolgi masih ada stigmanya, bahkan di barat sana. Orang takut mengaku mereka punya masalah. Di sini, keluarga Morgan, dengan segala masalahnya sendiri, mendukung Morgan untuk sembuh.

Plus, romance tentu ada tapi bukan typical cinta segita di novel young adult. Point plus plus bagi saya! Sangat saya rekomendasikan bagi pembaca muda di sini. Being aware and tolerant is a must these days!
   
***
Saya beruntung diberi kesempatan oleh Penerbit Spring untuk berpatisipasi dalam Ask Author dimana saya mengajukan dua pertanyaan yang lumayan mengganjal hati saya setelah baca buku ini. Teman-temang blogtour saya juga menanyakan pertanyaan lain juga loh. Cek juga ya blog mereka.
Oh! Dan yang tidak suka spoiler bisa skip saja, ini hanya secuil aspek sih, tapi kadar toleransi spoiler orang aneh-aneh sih.

Q: Anda menempatkan banyak isu penting di dalam kisah Underwater, salah satunya adalah mengenai gangguan mental dan penyalahgunaan senjata api, mengapa Anda memilih isu-isu tersebut?

A: Jika membahas gangguan mental, saya yakin semua orang pernah berurusan dengannya secara pribadi atau pernah mengalaminya terjadi pada teman atau orang-orang terdekat yang dicintai. Mengenai penyalahgunaan senjata api, khususnya kasus penodongan senjata yang terjadi di sekolah-sekolah, saya yakin semua orangtua mengkhawatirkan hal tersebut.

Q: Apakah Anda menciptakan karakter Evan sebagai representasi dari masyarakat kita saat ini, mengingat dia hampir menyerah tentang Morgan?

A: Itu adalah sebuah interpretasi yang menarik dan tidak pernah terpikirkan oleh saya. Saya senang Anda melihat Evan seperti itu karena hal itu benar-benar masuk akal. Namun bagi saya, Evan adalah representasi dari Morgan sebelum segalanya terjadi—gadis itu dulu sangat mencintai pantai dan dunia luar. Namun dalam pembukaan Underwater, kehidupan Morgan telah bertolak belakang dengan semua itu. Mendapati Evan muncul di depan pintu Morgan, dengan aroma laut dan tampak seolah baru saja pulang dari pantai, secara langsung menimbulkan reaksi emosional yang sangat kuat dalam diri Morgan, mempertegas kembali apa yang sudah hilang dalam hidupnya, dan membuatnya merasakan kerinduan akan kehidupannya yang dulu.

***

Selain Ask Author. Ada giveaway satu novel Underwater bagi yang beruntung! Komplit lah Penerbit Spring ini.



Giveaway ada di FP Facebook Penerbit Spring di akhir periode blogtour ini. Cukup mengumpulkan kepingan puzzle dari peserta blogtour. Mine:

     

No comments:

Post a Comment

sankyu ya (*≧▽≦)