Wednesday, 22 March 2017

[ARC] Underwater - Marisa Reichardt




Judul : Underwater
Penulis: Marisa Reichardt  
Genre: young adult, contemporary, romance
Setiap orang punya monster-monsternya masing masing.

Pernah dengar hal itu?

Novel Undewater mengingatkan saya akan ketakutan yang membuat saya kaku setelah mendengar berita Paris Attack? 13 Nopember 2015? Ingat kan? Serangan terencana tersebut salah satunya adalah penembakan di acara konser pada Jumat malam. Terhitung 89 orang meninggal. Termasuk di antaranya pekerja swasta dan pegawai pemerintah. Orang-orang seperti saya.

Kejadian itu terjadi dua bulan setelah saya menghadiri AFA (Anime Festival Asia) Indonesia 2015 di Jakarta, yang menurut saya salah satu festival paling memuaskan yang pernah saya hadiri. Konser Anisong yang termasuk dalam acara tersebut  juga dimulai di hari Jumat. Bersama saya saat itu juga banyak pengunjung yang masih memakai baju kerja dan baju batik. Saya begidik membayangkan jika ada serangan semacam itu di tempat itu. Ketakutan itu muncul lagi ketika saya akan menghadiri acara itu di tahun berikutnya.

Ini lah yang juga dialami Morgan, protagonis dalam novel Underwater karya debutan penulis Marisa Reichardt, tragedy yang dialaminya membuatnya mengidap agoraphobia - ketakutan akan tempat terbuka. Morgan tidak mau keluar dari rumahnya karena dia merasa takut. Di rumahnyalah dia merasa aman.

Sungguh besar ketakutannya untuk meninggalkan rumahnya sehingga Morgan bahkan tidak bisa melangkah melebihi keset pintu rumahnya. Tanpa bisa keluar rumah, Morgan mengambil kelas online untuk menyelesaikan tahun terakhir sekolahnya.

Tidak bisa ke sekolah, tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya dan hanya ditemani oleh ibu dan adiknnya, Ben, ketika pagi dan malam saja membuatnya merasa tenggelam. Perasaan terpisah dengan dunia luar ketika kamu berada di bawah air. Itulah yang dirasakan Morgan. Ditambah dengan hubungan komplek dengan ayahnya yang merupakan veteran tentara, hidup bagi Morgan tidak bisa lebih melelahkan lagi.

Sampai akhirnya Evan, tetangga barunya mengingatkan dirinya akan udara pantai dan perasaan yang dirasakannya ketika berenang. Bisakah Morgan kembali menghirup udara segar pantai California lagi?

****

Underwater adalah novel terjemahan kedua yang membahas tentang gangguan psikologis yang pernah saya baca sehingga saya sangat bersemangat ketika saya tahu ARC Underwater yang dikirim oleh Penerbit Spring adalah novel dari genre Young Adult tentang mental illness. Orang Indonesia masih mengganggap gangguan psikologis sebagai hal tabu untuk dibicarakan sehingga mereka yang menderita penyakit psikologis tidak mendapat perawatan yang baik. Orang-orang juga masih mengganggap orang yang mempunyai ketakutan tertentu sebagai orang yang "lebay" dan mengatakan hal-hal itu hanya ada di kepala mereka saja.

Lebih parahnya jika gangguan psikologis ini dianggap parah, orang-orang yang sakit ini bisa dikirim ke pusat pengobatan yang dipertanyakan cara kerjanya. Hanya beberapa kalangan saja dengan kondisi ekonomi mencukupi yang bisa memperoleh pertolongan dari psikolog ataupun psikiater. Saya berharap novel dari Penerbit Haru ini membuka "awareness" masyarakat Indonesia, khusunya anak-anak muda di Indonesia tentang gangguan psikologis. Jangan sekali-kali kita menghakimi atau menganggap remeh orang-orang yang menunjukkan gangguan psikologis karena ketika orang jauh dari jangkuan sosial individu lain, mereka akan merasa lelah dengan hidup dan bisa menyakiti diri mereka sendiri.

Kita tentu tidak mau menjadi alasan ketika orang menyakiti diri sendiri atau orang lain, bukan?

****

Tanpa bumbu romance yang kental bahkan saya biasanya menjauhi romance ini bisa melahap setengah novel ini tanpa merasa sebal dengan unsur romansanya. Karakter Morgan sangat bagus, komplek dan realistis sehingga menimbulkan empati yang membuat saya sedih dengan kondisi keluarga militer di Amerika Serikat.

Sampai 150 halaman pertama pun kita dibuat menebak-nebak apa kejadian yang dialami Morgan sampai dia mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Yah, walaupun sesungguhnya bisa ditebak kejadiannya apa jika kita sering mendengar tentang berita internasional. Novel ini beralur lambat dan lebih mengutamakan pembangunan karakter. Sebagai penggemar "slow build" story, thumb up buat novel ini.

Overall, Underwater adalah novel debutan yang indah dan sangat saya rekomendasikan. Would love to read Marisa Reichardt's next book!

No comments:

Post a Comment

sankyu ya (*≧▽≦)