Thursday, 14 January 2016

[Review] Winger - Andrew Smith

Title : Winger
Author : Andrew Smith
Penerbit: Simon & Schuster Books for Young Readers
ISBN: 9781442444942
Where to get: kobo
Rating: 1/5

****
"When reading, we dont fall in love with the characters' appearance, we fall in love with their words, their thoughts, and their hearts, we fall in love with their souls."
Tiga atau empat bulanan yang lalu, saya gandrung sekali browsing bookish instagram sampai dalam tahap saya ingin beli kamera mahal seperti orang-orang yang instagramnya penuh dengan foto kece tentang buku-buku. Di situlah saya menemukan Winger.

Saya memang tipikal orang yang awalnya akan nge-judge buku dari covernya. Winger ini, covernya anak ndablek/nakal yang biasanya pingin saya jitak. Saya jadi ingat anak-anak SMP yang pernah jadi murid private saya. Klo lagi iseng wajahnya seperti cover di Winger ini. Masih 14 tahun loh si Winger ini. Lagi gemesinnya. Tapi males banget young adult. Tapi kok terkenal banget ya banyak fotonya di instagram. Ya sudah saya baca (lemah ya). Join the bandwagon I did.

******SPOILER & RANT ALERT******


Namun, ketika selesai membaca buku ini, saat itulah, ketika saya marah dengan alasan yang sangat, sangat subjektif dan mempertanyakan apa yang ada di kepala penulisnya.

Winger hanya contemporary young adult yang seharusnya damai-damai saja. Winger hanya anak kaya raya yang sekolah di sekolah elit tempat anak-anak orang kaya lain sekolah. Winger hanya anak ingusan yang jatuh cinta dengan teman sekelasnya yang lebih tua. Typical "SENPAI, PLEASE NOTICE ME" drama trope. Saya hampir bosan dengan cerita cinta Winger. Tidak ada yang special kecuali cara Andrew Scott menuliskan POV Winger yang menurut saya bagus sekali.

Karakter Winger menurut saya memang menghibur. Ryan Dean West, atau Winger, masih muda jika dibandingkan teman-teman sekelasnya yang jauh lebih tua dari Winger (loncat kelas, jenius), maka dari itu Winger sering di-bully oleh temannya. Dia dipanggil Winger karena posisinya di team rugby. Kecil-kecil bisa nubruk juga loh.

Winger itu sejenis temanmu yang suka dibully-sayang-dibully karena dia paling muda dan melawan dan malah membuat orang yang bully dia suka dengan dia. Have you been in his position? oh been there, buddy.

Dia pinter. Dan juga pinter ngomong. Hal yang saya suka. Seharusnya drama sekolahan macam ini hanya berkutat pada slow burn love dan backstabbing temen saling tikung gebetan bla bla tanpa ada drama yang bisa bikin saya nangis di bus saat pulang ke Malang. Sampai saya harus membuat playlist "TO FORGET WINGER" yang isinya lagu-lagu Love School Idol. Nangis yang marah. Bukan nangis yang sedih. Entahlah.

Ini untuk pertama kalinya saya marah karena ada karakter yang mati. Saya sampai membanding-bandingkan Andrew Scott dengan Urobutcher, script writer terkenal Puella Maho Shoujo Madoka dimana dia terkenal karena gampang sekali meng-off-kan karakternya, yang entah kenapa sudah banyak mengambil hati fansnya.

Tapi salah apa coba karakter itu (Maaf, ini review jelek. Karena saya bakal nangis klo saya tidak melupakan nama karakter itu. Ini aja saya menahan diri untuk tidak nangis. Maaf, saya cengeng). Posisi twist sangat gak tepat. Di akhir buku. Yang sungguh membuat saya pingin ngelempar kobo reader saya. Urobutcher membunuh Tomoe Mami dan Kagari Shuuhei di tengah-tengah cerita dimana kematian mereka menjadi trigger agar ceritanya terus berjalan. But no, Andrew Smith killed Winger's friend so cruelly in the end of the book that I just....snapped. BUAT APA?!


the emotional trauma is real
Dan benar sekali. Hanya agar buku kedua ada ceritanya karena Winger akhirnya juga bisa mengambil hati si Senpai di 4/5 buku. Blah.

Winger memang membuat saya tertawa di awal, tapi sakit di akhir buku begitu besar sampai saya gak mau lagi liat buku ini dimanapun. Saya hapus langsung dari Kobo.

Personal sekali kan? Iya saya tahu. Novel ini menang banyak award loh, mulai dari Milwaukee County Teen Book Award Nominee (2014), Amelia Elizabeth Walden Award (ALAN/NCTE) Nominee (2014), The Inky Awards Nominee for Silver Inky (2014), Abraham Lincoln Award Nominee (2015) sampai Green Mountain Book Award Nominee (2016). Dan saya hanya memberi 1/5 star. Andrew Smith is great. Buku ini menghibur (awalnya), hanya saja buku ini bukan untuk saya.

No comments:

Post a Comment

sankyu ya (*≧▽≦)