Wednesday, 29 October 2014

Fangirl - Rainbow Rowell



Judul: Fangirl
Genre: young adult, romance
Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Cetakan: pertama, November 2014
Penerbit: Penerbit Spring
Format: paperback, 456p

Sebelum saya mulai mereview buku ini, saya akan melakukan pengakuan: saya juga fangirl. Saya fangirl dengan banyak fandom, tidak sebanyak lain, tapi lebih dari sau itu termasuk banyak kan? Nah, saya mungkin fangirl terbesar dari Duo Maxwell dari Gundam Wing. Iya, anime lawas itu. Yang tentang robot-robot itu. Menurut saya itu salah satu series Gundam dengan politik yang paling bagus. Namun tentu saja itu pendapat bias saya sebagai fan hardcore Gundam Wing. Salah satu pelawak di Jepang sana bilang jika Gundam Wing merupakan series Gundam yang paling banyak disuka cewek-cewek di dunia. Ha.

Oke, ya. Saya fangirl.

Jadi review ini agak personal karena Cath, si tokoh utama, mengingatkan saya pada diri.

Ya? Oke?


***

Cath dan Wren Avery adalah saudara kembar identik, mereka fan Simon dan Baz dari serial Simon Snow karya Gemma T. Leslie, plesetannya Harry Potter oleh JKR. Cath (sebelumnya dibantu kembarannya) juga menulis tentang Simon dan Baz jatuh cinta dalam fanfiksinya. Dia "author" terkenal. Dia penulis terkenal di fandom Simon Snow. Cath penggemar berat Snow, bukan hanya penggemar. Simon Snow itu hidupnya.

Lebay? Gak sih. Ya itulah yang namanya fangirl. Cath seorang introvert, lebih suka menulis fanfiksi daripada harus keluar, dan kagok sama cowok. Kehidupannya berubah total ketika dia harus kuliah jauh dari ayahnya dan rumahnya, Omaha, Nebraska. Equilibrimnya bergoyang. Banyak orang asing. Ada cowok, Levi, yang seenaknya sendiri masuk ke kamarnya dan Reagan (teman sekamar Cath). Wren, saudaranya memulai petualangan sebagai mahasiswa baru dengan pesta dan mabuk-mabukan, intinya menjauh dari Cath yang menjauhi keramaian dan tidak dengan seenaknya mencium orang asing.

"Aku tidak mau mencium orang asing," Cath menjawab begitu. "Aku tidak tertarik pada bibir di luar konteks."

Lebih parahnya lagi, dosen Penulisan Fiksi yang awalnya begitu memuji keahlian Cath dalam menulis menganggap fanfiksi adalah hal terburuk di dunia ini.

Masalah ini belum ditambah dengan ayahnya yang tidak stabil secara mental dan ketertarikannya pada Levi yang membuatnya bingung.

Bagaimana Cath harus menghadapi cobaan ini?

***

Fangirl merupakan novel dengan romance termanis yang saya baca tahun ini. Manis. Manis banget. Manisnya bukan yang bikin saya begidik ala novel romance yang seperti...

"menatapnya membuatnya merasakan getaran nikmat yang menjalar di punggungnya."

hoek. Ya, kiasan di novel romance yang seperti itu yang bikin saya menjauhi novel romance. Saya suka yang subtle :)

Rowell bermain dengan metafora, cinta dan flirting yang subtle, yang membuat saya, sebagai orang yang sebisa mungkin menjauhi novel romance, benar-benar menikmati interaksi pasangan-pasangan di novel ini.

Karakter-karakternya juga sangat gampang disukai walaupun jelas-jelas mereka adalah karakter-karakter yang tidak sempurna dilihat dari sudut manapun. Cath yang judes dan introvert. Wren yang ugal-ugalan. Levi yang hampir botak dan Reagan yang rasanya seperti preman cewek di kampusnya. Yah, mungkin ketidaksempurnaan itulah yang membuat saya tidak benci satu karakter pun di novel ini. Iya. Saya suka semua karakter di sini. Loveable semua, bahkan Laura, ibu Cath dan Wren yang amat sangat dibenci oleh Cath.

Jika harus memilih, Reagan adalah karakter favorit saya, dengan sikapnya yang gak mau tau dan sarkasmenya yang membuat saya ingin ketawa setiap kali dia muncul.

"Aku yakin kalau aku tidak ingat ada hal seperti itu di bukunya."
"Ketika aku yang menulis tentang mereka,"kata Cath, "mereka jatuh cinta"
"Apa maksudmu ketika kau menulis tentang mereka?"--Reagan berhenti, menarik kausnya melewati kepalanya--"Tidak, kau tahu? Lupakan saja. Aku tidak mau tahu. Melakukan kontak mata denganmu saja sudah cukup sulit."

Memang dia blak-blakan dan ketus, tapi Reagan adalah tipe teman normalmu, yang tahu kegilaanmu, tapi tetap memaklumimu sebagai makhluk hidup (juga) dan tidak manjauhimu hanya karena kamu aneh bagi mereka.

Levi, walaupun namanya memang nama yang umum disebutkan di al-kitab (?), saya tetap membayangkan Levi yang ada di D.Gray-Man, dengan sifatnya yang ramah kepada siapapun. Boyfriend beta. Bukan boyfriend alpha. Ngerti? Tipikal cowok gentleman. Cara PDKT-nya pun kelihatan sekali. Tidak hanya sekedar Garry Sue yang serba sempurna. Dia ngrokok. Minum. Hampir botak. Normal. Dan manis!

"Tidak apa-apa kala kau gila."
"Kau bahkan tidak tahu..."
"Aku tidak perlu tahu," kata Levi. "Aku mendukungmu.

Mengalir plotnya. Bahkan ada klimaks. Lalu ada semi klimaks yang membuat saya tidak percaya Rowell menaruh konflik seperti itu di saat-saat ketika saya pikir semuanya sudah oke-oke saja. Rowell mampu membuat saya penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya pada karakter-karakter yang ia buat. Sempurna.

Bahkan cara Rowell menggambarkan "kegilaan" fangirl begitu pas dan tanpa mengada-mengada. Cath adalah salah satu contoh dari sekian author dari beberapa fandom yang pernah saya kenal. Fanfik Baz dan Simon yang Rowell selipkan di antara cerita perjuangan Cath juga normal, seakan-akan dia pernah menjamah dunia fandom secara umum. Saya begitu kaget ketika Rowell mengatakan di bagian akhir buku bahwa dia telah membaca banyak fanfiksi untuk menulis novel ini.

Kenapa aku menulis?
Untuk bebas dari diri kita sendiri
Untuk berhenti
Untuk berhenti menjadi apa pun atau berada dimanapun sama sekali
Untuk menghilang.

Saya pernah membaca sebuah jurnal jika fanfik adalah sebuah bentuk pelarian. Espcapisme? Bagaimana menurutmu?

Fangirl adalah novel dengan cover terimut yang saya baca tahun ini. Pas sekali dalam menggambarkan karakternya. Novel ini juga yang termanis, manis, lucu dan asin saat di tengah-tengah. Saya sempat menangis loh (it hit me personally). Sangat-sangat memuaskan bagi saya membacanya

Bagi kalian sesama fangirls yang menulis/membaca fanfik, novel ini akan merefleksikan diri kalian. Menimbulkan perasaan hangat di hati dan simpati. Bagi kalian yang tidak menyentuh fanfik, romance anak-anak muda di sini begitu nikmat dibaca. Saya seperti melihat witch yang jatuh cinta pada muggle. If you know what I mean :)

Terima kasih untuk Penerbit Spring atas buntelannya! Terjemahan kalian sudah lumayan bagus. Teruskan menebarkan perasaan musim semi penuh cinta pada pembaca Indonesia ya ^^

Tentang Penulis:

Rainbow Rowell tinggal di Omaha, Nebraska, dengan suami dan dua anaknya. Dia menulis buku tentang orang-orang yang tidak sempurna yang jatuh cinta. Kadang tentang contemporary romance dewasa seperti Attachment dan Landline, kadang tentang remaja/young adult: Fangirl dan Eleanor & Park :)

Saya suka cara menulisnya dan karakternya, dan mungkin saya akan pesan Eleanor dan Park.....bulan depan ;w;

Nama Rowell melejit gara-gara Fangirl, dinominasikan sebagai buku yang harus dibaca di tumblr book club. Yah, tumblr kan isinya klo gak fangirl ya fanboy *uhuk*

1 comment:

sankyu ya (*≧▽≦)