Wednesday, 25 June 2014

Supernatural: Nevermore

Judul: Nevermore - Supernatural #1
Penulis: Keith R.A. DeCandido
Genre: fantasy, supernatural, family
Setting: USA
Bahasa: Indonesia
Tebal: 376 hal, softcover
Penerbit: PT. Elex Media Computindo

Sam dan Dean mengunjungi New York untuk memeriksa rumah seorang rocker lokal yang diganggu hantu gentayangan. Tapi sebelum mereka bisa mencari tahu kenapa ada seorang banshee mabuk cinta yang memakai kemeja band heavy metal tahun 80-an menghantui rumah itu, pembunuhan yang jauh lebih mengerikan menarik perhatian Winchester bersaudara.

Tak jauh dari rumah itu, dua orang mahasiswa dipukuli sampai mati oleh penyerang yang sangat tidak biasa, seekor orangutan. Pembunuhan ini, yang bahkan untuk standar New York sekalipun tergolong aneh, adalah yang terakhir dari serangkaian pembunuhan yang segera dicurigai Sam dan Dean diambil cerita horor penulis legendaris Edgar Allan Poe.

Penyelidikan mereka bermuara pada salah satu cerita horor klasik Poe. Dan kalau Sam dan Dean tidak berhasil menulis akhir yang berbeda dari kisah yang menyeramkan ini, seorang pembunuh berantai akan menghabisi nyawa mereka.
****
  
Pertama kali baca ini waktu di Gramedia Bintaro tahun 2011, memang sengaja dibuka jadi saya baca aja. Salah satu hobby saya ketika menjadi mahasiswi seret uang saku memang baca buku gratisan di Gramed (kadang sampai diusir satpam, serius, saya pernah "diusir"!)

Waktu itu saya baca sampai chapter pertama saja, dan langsung tertarik soalnya kok tumben terjemahannya bagus dan toh saya memang suka Supernatural. Dari jaman dulu sepertinya saya selalu tertarik dengan hubungan persaudaraan yang erat (platonic at that), mungkin karena kecenderungan saya untuk menonton tv series/film Mandarin dengan segela persaudaraan tidak atas darah mereka. Kakak Pertama, Kakak Kedua, Adik dst selalu membuat telinga saya bergerak-gerak ke arah sumber. Ehe....
Saya sudah niat beli, tetapi ketika lihat harga bukunya, saya taruh lagi. Mungkin di Taman Bacaan deket kampus ada. Dan ternyata gak ada.

Maklum, mahasiswi tahun kedua bokek sedih.

Beruntunglah saya (atau sialnya seniorku), setelah mempengaruhi dia untuk beli novel ini, dia beli tiga novel Supernatural sekaligus. Karena dia gak suka, akhirnya diberikan ke saya, semua! :))

Sesungguhnya saya kaget kenapa kok senior ini sampe gak suka, dan setelah baca Nevermore ini saya tau, pastilah terjemahannya. Chapter pertama ketika saya bilang terjemahannya bagus ternyata hanya fluke saja. Saya sendiri butuh waktu dua minggu, ya, dua minggu untuk selesai. Setiap kali menemukan kata yang seharusnya tidak diterjemahkan seperti itu, saya langsung diam, atau ketawa, atau poker face lalu ganti baca buku/hal yang lain.

Yang saya suka dari novel ini adalah akhirnya saya bisa ngerti watak Dean dan Sam sendiri. Tidak perlu uring-uringan masalah terjemahan, klo lihat lucunya Dean itu, duh, kok ada kakak yang lucu macam ini :))

***

Kesan pertama saya ketika membaca novel ini adalah sedih. Chapter pertama jelasin satu karakter sampingan dengan segala kisah dan beban hidupnya yang membuat saya tertarik, lalu dia dibunuh saja dengan cara yang sangat tragis. Dipukuli baboon kesetanan sampe mati.

Iya. Tragis.

Chapter satu adalah salah satu bagian dari dua cerita dalam Nevermore. Jadi ceritanya ada orang kesetanan yang ingin membangkitkan kembali Edgar Allan Poe dengan ritual pembunuhan tadi. Lalu ada lagi teman dari teman kedua saudara ini yang meminta mereka untuk membantu mengatasi masalah hantu yang memanggil "love me" kepada pemilik rumah.

Eh, siapa sih Poe? Waktu itu saya gak paham siapa dia. Waktu saya ngerti siapa Poe, saya juga masih gak paham kenapa ada orang gila yang ingin membangkitkan dia? Iblis kah dia? :v


                                                                              ***

Bagi sebagian orang yang gak begitu aktif di fandom Supernatural (contohnya saya) novel ini cukup memberi energi bagi saya yang tidak begitu mengerti jalan ceritanya karena terlalu takut nonton tv seriesnya.

Karakter Dean dan Sam yang saya pahami dari membaca fanfik tidak begitu jauh dari apa yang diceritakan si penulis. Yah, setidaknya gak out of character lah, karena Supernatural datang dari tv series, bukan dari buku. Perjuangan penulis untuk membuat buku ini lumayan setidaknya, sedikit kurang emosi tapi yah...baguslah.

Tetapi, lumayan + terjemahan lumayan itu gak banget ya. Editor Elex Media harus bekerja lebih keras lagi ya ^^b

Still, saya gak akan kejam-kejam menilai novel keluaran Elex ini karena saya cukup puas dengan keberadaan Sam dan Dean Winchester di sini. Elex jual covernya di acara-acara fandom pasti laku juga. Haha.

Tiga bintang :3

2 comments:

  1. Hehehe sayang ya terjemahannya kurang bagus. Pengen baca versi aslinya :)

    ReplyDelete
  2. ooh baru tau ternyata supernatural itu serial tv dulu. kirain kayak vampire diaries yg dari buku baru ke serial.. :o

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)