Wednesday, 28 May 2014

Anak Itu dan Aku (About A Boy)


Judul: Anak Itu dan Aku (About A Boy)
Penulis: Nick Hornby
Genre: humor, adult
Setting: Inggris
Bahasa: Indonesia
Halaman: 478
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

"Ada berbagai variasi kreatif yang tak berkesudahan dengan tema yang sama. Pria yang bertemu anak mereka sekali dan pergi, pria yang bertemu rekan kerja mereka sekali dan pergi. Pria yang pergi karena ingin pergi. seketika Will mengerti sepenuhnya pemujaan Moira terhadap Lorena Bobbit; pada saat Suzie selesai menceritakan serangkaian kisah tentang pengkhianatan dan penipuan, Will ingin memotong pen*snya sendiri dengan pisau dapur." (hal: 70)

Jadi, ceritanya si tokoh utama, Will, adalah om-om 36 tahun yang secara ajaib hidup tanpa bekerja karena rupanya ayahnya yang telah meninggal menerima royalti lagu natal yang jumlahnya tidak sedikit. Tanpa pekerjaan, tanpa keluarga dan tanpa ikatan komitmen dengan siapapun, Will suatu saat tertarik dengan pesona single mom, sehingga ia masuk ke komunitas orang tua single dengan Ned, anak khayalannya, untuk bisa mendekati ibu-ibu....

...memalukan gak sih? Haha.


Di komunitas ini lah nantinya Will akan bertemu dengan Marcus, anak laki-laki 12 tahun kikuk dan eksentrik, dengan ibu yang seorang hippie liberal. Anak ini seperti lampu terang yang akan menarik perhatian bully di sekolah manapun. Sudah sial seperti itu di sekolah yang baru, suatu hari dirinya menemukan ibunya hampir terkcekik olah muntahannya sendiri karena berusaha bunuh diri dengan meminum obat penenang murahan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Pemerintah. Markus hanya hidup dengan ibunya, ayahnya di tempat lain dengan pacar barunya, dia harus bergantung pada siapa?

"Bagaimana jika kau punya anak? Hidupmu bukan hidupmu lagi kan?"

Dengan ketidaksengajaan yang hanya bisa dibuat oleh penulis buku, akhirnya Will dan Markus mempunyai hubungan dimana Markus membutuhkan Will sebagai sosok ayah, dan Will membutuhkan Markus....karena Markus seakan-akan menjadi tanggung jawabnya. Selama masa dewasanya, Will tidak mempunyai ikatan apapun, tanpa peduli pada siapapun kecuali ganja dan one night stands-nya. Kedatangannya seperti memberi pijakan bagi dirinya untuk terus mengambang di lautan yang dinamakan kehidupan ini.

Tidaklah mudah bertahan hidup, mengambang di permukaan: itu memerlukan keahlian, dan ketika ada orang yang hendak bunuh diri, kau bisa terseret bersamanya. Yang penting adalah menjaga kepalamu tetap di atas air, pikir Will. Itulah yang penting bagi semua orang, tapi mereka yang punya tujuan hidup, punya pekerjaan, punya hubungan dan hewan peliharaan, kepala mereka berada jauh di atas permukaan. Mereka mengarungi air di bagian yang dangkal, dan hanya kecelaaan aneh dan gelombang kehidupan yang sangat hebatlah yang bisa menenggelamkan mereka." (hal: 382)

*** 

Hal yang pertama kali menarik perhatian saya adalah cover buku ini. Lalu ekspektasi saya yang ingin membaca cerita tentang single father menguap begitu saja karena ternyata blurb mengatakan anak kecil di sampul novel ini harus menjaga ibunya yang punya kecenderungan bunuh diri? Lah om-om ganteng di sampul itu siapanya si anak manis? 

Setelah membaca keseluruhan novel ini, saya acungi jempol sampul edisi film-nya. Mewakili isinya banget. Bagaimana Marcus melihat Will dan bagaimana Will memandang lurus saja :)

Novel ini berisi tentang  bagaimana menermukan jati diri, keberanian untuk berkomitmen dan buat apa sih Anda hidup. Dibalut dengan humor penuh sarkasme dan penggambaran-penggambaran yang akan membuat Anda tersenyum lepas dan bisa juga tersenyum kecut. Saya sampai harus menahan tawa saya ketika saya berada di kereta malam menuju Malang saat membaca novel ini, Markus dan Will memandang dunia ini begitu berbeda dengan yang lain dan dengan justifikasi mereka sendiri yang membuat saya mau tak mau tertawa membacanya. Mereka sama-sama tak suka anak kecil, Markus bahkan meminta ibunya agar Markus bisa divasektomi agar tidak punya anak dewasanya nanti. Adorable banget pokoknya Markus ini :))

PS:
  • Lorena Bobbit adalah wanita Inggris yang memotong kemaluan suaminya karena "marah". Yah kayaknya di Indonesia sering kejadian kek begini. 
  • Sampul novel terbaik yang saya baca tahun ini <3
  • Katanya sih filmnya lebih bagus, katanya. Saya sendiri liat Markus dan Will versi film langsung terpesona begitu.

5 comments:

  1. Kalau ga salah ada yang kaver versi movie tie-in yang ada Nicholas Hoult, De. Waktu itu dia masih unyu XD

    ReplyDelete
  2. aku sudah nonton filmnya, en baru tau ada bukunya. Hugh Grant yang jadi om2nya. Bagus sih. Bukunya bisa masuk wishlist nih =)

    ReplyDelete
  3. aku sukaaa filmnya, soalnya si hugh grant pas banget meraninnya :D tapi humornya emang british banget yaaa

    ReplyDelete
  4. Nice review :)
    Belum pernah baca bukunya sih tapi suka banget ma filmnya. Baru2 ini gw nonton ulang dan berencana untuk nulis reviewnya.

    ReplyDelete
  5. WOW Keren nie artikelnya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)