Thursday, 30 January 2014

The Ocean at the End of the Lane - Samudra di Ujung Jalan Setapak


Judul: Samudra di Ujuang Jalan Setapak
Penulis: Neil Gaiman
Bahasa: Indonesia
Genre: fantasy, adult, young adult
Halaman: 264p
Rating: T
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮

"Orang dewasa mengikuti jalan yang sudah ada. Anak-anak menjelajah. Orang-orang dewasa puas menempuh jalur yang itu-itu saja, ratusan kali, atau ribuan; barangkali orang dewasa tidak pernah terpikir untung menyimpang dari jalan yang telah ada, menyelusup ke bawah semak-semak rhododendron, mencari celah-celah di sela pagar."
***
The Ocean at the End of the Lane bersetting di Sussex, puluhan tahun silam. Ini adalah kisah masa lalu, yang aneh, dari narator bersama dengan Lettie Hempstock dan keluarga kecil Hempstock. Lettie yang percaya bahwa kolam di rumahnya adalah sebuah samudra adalah alasan kenapa narator tua berjalan menuju ke rumah di ujung jalan setapak.....

Kisah anehnya bermula ketika ada seorang penambang yang ngekos di rumahnya. Penambang itu tanpa sengaja membunuh kucing peliharaan si narator dengan mobilnya. Rasa tidak suka sudah muncul dari situ dan kejadian aneh pun berlanjut, sang penambang mencuri mobil ayah si narator dan bunuh di sana karena rasa bersalah telah menghilangkan uang teman-temannya. Peristiwa ini membangkitkan kekuatan purba yang seharusnya tidak dibiarkan terusik.

Narator yang telah diganggu oleh keberadaan makhluk-makluk ini, pergi meminta tolong kepada Lettie. Mereka berdua pergi untuk menghadapi makhluk tersebut dan surrealism ensued. Lettie berkata agar narator tidak melepas tangannya ketika menghadapi makhluk tersebut, tapi karena terkejut, narator melepaskan tangan Lettie. Itulah kesalahan terbesar narator.

Makluk tersebut akhirnya keluar dari lubang cacing, wormhole, yang ada di kaki narator. Mengacaukan kehidupan keluarga narator dan ingin membunuhnya. Inilah kisah perjuangan narator untuk tetap hidup.

Magic ensued
***

Orisinalitas cerita ini? Saya tidak bisa menjawab. Saya ingat American Gods dengan adanya makhluk-makluk yang datang dari tempat lain, saya ingat Magical Madoka juga saat membacanya dengan sosok perempuan yang seakan adalah Tuhan. Novel ini seperti kumpulan banyak ide yang dijadikan satu, tetapi tidak mengurangi kesenangan saya ketika membaca ini. Khas Neil Gaiman.

Awalnya saya sempat skeptis karena seperti biasa, ada kesan muluk luar biasa dalam cerita Neil Gaiman. Ditambah dengan beberapa review jelek yang sempat saya baca. Pada awalnya saya juga tidak bisa simpati dengan narator. Mungkin juga karena saya iri karena di umur sekecil itu dia sudah menemukan pelarian dalam buku. Saya tidak ingat apa pelarian saya waktu itu, saya ingat saya harus menjaga adik saya yang baru lahir waktu itu. Saya ingat saya baru bisa menemukan majalah intisari ketika umur saya sepuluh, itu pun pinjam orang.

Namun semua itu berubah ketika negara api menyerang....*eh* bukan, semua itu berubah ketika Ursula Mardock, antagonis di kisah ini muncul. Ini bukan sekedar buku untuk anak kecil, sisi gelap cerita ini muncul dalam diri Ursula, makluk yang keluar dari lubang cacing di kaki narator, dan berubahlah ini jadi cerita dewasa dengan unsur nyesek dan asin sana-sini :v

Btw, jika saya tidak menerjemahkan lubang cacing dalam bahasa Inggris, saya mungkin tidak mengerti kaitannya dengan dunia lain, yah? Pintar sekali sih Neil Gaiman ini :))

Terima kasih Santa, Neil Gaiman adalah salah satu penulis novel mainstream yang saya suka meskipun tidak benar-benar ada novelnya yang membuat hati saya klepek-klepek. Yang terjadi saat saya membaca cerita-cerita Neil Gaiman adalah seakan dia bisa menantang pengetahuan saya tentang dunia ini. Mulai dari Interworld sampai The Ocean at the End of the Lane, rasanya dia seperti bilang, "Meskipun kamu suka biologi atau sejarah, masih ada hal-hal yang tidak kamu ketahui." Huft. Saya suka orang dengan wawasan luas.

Orang lain itu juga namanya John Green, tapi maaf beribu maaf Santa, novel John Green begitu mainstream saya tidak sanggup membacanya saat ini. Saya sudah meyakinkan diri saya sendiri bahwa Green adalah orang hebat dengan melihat pelajaran sejarahnya di Youtube (Crash Course World History) tetapi saat saya sadar saya malah tidak punya waktu untuk membacanya. Maafkan saya Santa m(_ _)m

Eh siapa Santa saya? Dengan keromantisan dan kekreatifan luar biasa, mbak Angela (tadi saya nulis Angelina! Ak maaf!) dari Harlequin Romance, saya menebak itu adalah Anda ;)

8 comments:

  1. bener nggak ya?
    bukuku masih tertimbun yang ini :(

    ReplyDelete
  2. Aku juga belum baca buku yang ini X)

    Eh nama Phie disebut-sebut di sini

    ReplyDelete
  3. "Favorit walau nggak ada yang bikin klepek-klepek." that's right about him, yes. yang kuat dari si Om Gaiman emang kemampuannya ngolah banyak hal jadi cerita itu. Sugee. Walaupun personally aku prefer American God dibanding ini. :')

    ReplyDelete
  4. duh masih ditimbunan nih bukunya

    ReplyDelete
  5. baru mau masukin buku ini ke dalam timbunan *nunggu timing dulu, bwakakak*

    ReplyDelete
  6. Asik baca review mu mbak :)
    Tapi permisi mau tanya, itu yakin genrenya adult dan young adult sekaligus? kok agak janggal ya?
    Btw, saya pengen baca yang ini. merasa tidak puas kemaren karena tidak menikmati American Gods. Cuman, aku males reread. Mau baca karyanya yg lain saja :)

    ReplyDelete
  7. aku juga punya tapi belum baca >.<
    bener nggak nih jawabannya? :D

    ReplyDelete
  8. Hai, Mide :)
    Maaf ya baru meninggalkan jejak karena baru buka komputer.

    Yeay!! Kamu benar sekali kalau aku adalah santamu. Gimana lagunya? Bukan genremu banget y? Hahhahaha..

    Salam kenal ya, Mide. Semoga kita semakin akrab ya ^^

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)