Wednesday, 31 July 2013

Wishful Wednesday [8]

Hola, udah Rabu lagi aja ya :3

Saya kemaren juga mau ikutan Buying Monday, tapi liat post-post yang lain langsung jadi minder. Toh kebanyakan yang saya beli itu manga bukan novel jadi yah, sudahlah.

Nah, stok wishful wednesday itu panjaaaaang jadi saya usahakan saya gak ngelewatin satu pun, kecuali minggu depan ya? :D

Anyway, untuk minggu ini wishful wednesday saya adalah:


Dari GR:
"Richard Mayhew is a plain man with a good heart - and an ordinary life that is changed forever on a day he stops to help a girl he finds bleeding on a London sidewalk. From that moment forward he is propelled into a world he never dreamed existed - a dark subculture flourishing in abandoned subway stations and sewer tunnels below the city - a world far stranger and more dangerous than the only one he has ever known"

Sunday, 28 July 2013

Quidditch Through the Ages by J.K. Rowling


Judul: Quidditch Through the Ages (Quidditch dari Masa ke Masa)
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Bahasa: Indonesia
Genre: fantasy, children
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Sebagai orang yang mengenal dunia Harry Potter dari fanfic yang dibaca, menemukan buku tentang Harry Potter dengan harga hanya lima ribu rupiah merupakan keberuntungan. Walau ternyata buku ini tidak selucu yang saya harapkan, boring malah karena seperti judulnya, ini layaknya buku sejarah, sejarah tentang Quidditch, permainan bar bar. Ditambah lagi saya tidak pernah nonton Quidditch dalam versi layar gerak. Selalu dari bukunya saja dan ketika saya membaca ini, pikiran saya cuman, "apaan sih?"

Jika saya hanya butuh sekali duduk (tiduran sih) untuk menyelesaikan Fantastic Beast and Where To Find them, maka saya butuh dua hari untuk menyelesaikan buku 80an halaman ini. Seperti saya bilang, agak bosenin. 

Tapi bukan J.K.R kalau tidak membuat saya terhibur, walaupun membosankan, buku ini lumayan menghibur. 

Seperti halnya ketika buku ini membahas Chuddley Cannons. Pengetahuan umum jika Ron adalah fans berat Cannons (betul kan?) dan kuping saya langsung naik di bagian dimana dibahas tentang tim ini. Lalu saya membaca. "Moto klub ini pada tahun 1927 diubah dari 'Kita akan menang' menjadi 'Mari silangkan jari dan berharap yang terbaik."

Saya tidak sanggup menahan tawa :))

J.K.R sebagai penulis genius juga terlihat dari bagaimana dia memilih nama untuk karakter dan nama untuk tim-tim Quidditch. Tiga bintang untuk bacaan yang menghibur ini.

And The Mountains Echoed by Khaled Hosseini


Judul: And The Mountains Echoed
Penulis: Khalled Hosseini
Bahasa: Indonesia
Genre: literary fiction, family, drama
Terbit: Juni 2013
Penerbit: Qanita (Mizan)
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮ ✮

‘My earlier novels were, at heart, tales of fatherhood and motherhood. My new novel is a multi-generational family story as well, this time revolving around brothers and sisters, and the ways in which they love, wound, betray, honour and sacrifice for each other.’ - Khalled Hosseini

Khalled Hosseini bagi saya adalah penulis genius. Dia sanggup membuat saya tak bisa melupakan novel pertamanya bahkan bertahun-tahun setelah saya membacanya. Dongeng yang ia buat menempel lekat di kepala saya, sebagian pandangan hidupnya mempengaruhi diri saya sekarang ini dan kadang Hosseini membuat saya mempertanyakan apa yang telah saya yakini. Tidak banyak penulis yang bisa membuat saya tertarik dengan sejarah/kebudayaan suatu negara, dan yang seperti tumor, merambat ke berbagai hal lain yang tak mungkin saya pelajari hanya dari wikipedia.

Ketika adek kelas saya memberitau saya tahun lalu jika Hosseini akan menerbitkan novel, saya langsung kegirangan tapi skeptis. Apalagi yang mau ia tulis tentang tanah air yang ia tinggalkan?

Emosional. Itu yang bisa katakan. Novel ini begitu emosional saya perlu waktu dua hari untuk menenangkan diri dan menulis review ini. Setiap kali saya mengingat apa yang ada di buku ini, mata saya selalu berkaca-kaca, dan demi masa, saya tak mau menangis lagi.

Berawal dari kisah dua saudara Abdullah dan Pari yang dipisahkan karena masalah ekonomi. Dimana Pari dijual kepada pasangan suami istri kaya raya di Kabul. Di sinilah dimulai jaring-jaring cerita yang merambat tidak hanya pada dua saudara itu, kembali ke masa lalu, menuju ke masa depan, tidak berhenti hanya di Afganistan tapi juga Amerika, Paris dan Yunani. Berbeda sekali dengan alur maju dua novel sebelumnya, Hosseini mencoba hal baru dengan membuat alur cerita yang carut marut tapi saling tersambung satu dengan yang lain secara jelas. Beberapa orang tidak menyukai alur yang membingungkan ini, tapi bagi saya hubungan satu chapter dan yang lain terlihat begitu jelas, sama sekali tidak membingungkan.

Wednesday, 24 July 2013

Wishful Wednesday [7]

Hola. Rabu yang dingin dan basah di Malang. Ini posting Wishful Wednesday pertama saya di blog yang saya khususkan untuk literature (dan apply ke BBI tapi belum direspon), karena saya sudah ikutan dari beberapa bulan yang lalu saya terusin aja ya nomornya (bolehkan mbak Astrid?)

Nah, untuk WW kali ini saya pilih buku yang kemaren sempat saya keluhkan di twitter:


Jujur, saya tidak bisa dikatakan fans berat Harry Potter, saya cuman suka Draco Malfoy. Titik. Saya hanya mau baca penpik yang ada Malfoy-nya aja, baik bapak ataupun anak, Scorpius. Nah, memamalukan bukan jika saya ada di fandom besar ini tapi belum membaca bukunya? Saya sesungguhnya tidak begitu peduli :3 Saya ini sedikit anti-mainstream bahkan sebelum mengerti kata mainstream. Sewaktu SMP saya cuek saja ketika banyak teman saya heboh dengan Harry Potter, malah menganggap Eragon lebih bagus (alasan tak objektif dan sangat personal). Dan sampai sekarang saya tidak ingat kenapa saya baca Goblet of Fire. Saya hanya ingat saya nangis darah karena Cedric MATI. 

Saya sesungguhnya menolak baca juga karena saya gak mau tau betapa menyebalkan sesungguhnya Draco Malfoy (alasan bodoh, tapi saya fangirl Draco yang delusional). Dan karena akhirnya nganggur selesai lulus kuliahlah saya mau baca Harry Potter dari awal :3 Nah ini, buku yang ketiga ini kok susah banget dapatnya. Saya nyoba nyari di Wilis, komplek toko buku bekas di Malang, dan nemu tapi harganya gak wajar untuk buku bekas.

Dan saya ingin yang bahasa Inggris saja, masak baca yang Indo semua :|
Share Wishful Wednesdaymu juga yuk :3

1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =) 

Tuesday, 23 July 2013

In the Miso Soup by Ryu Murakami


Judul: In The Miso Soup
Pengarang: Ryu Murakami
Penerbit: Transmedia Pustaka
Genre: horror, thriller, Japanese lit, mystery.
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮

Ringkasan:
Pengetahuan Kenji yang mendetail tentang industri seks di Tokyo, observasinya yang mendalam, dan sikapnya yang bijaksana dalam memecah kekosongan dan kemunafikan dari kondisi kontemporer Jepang, serta penglihatannya yang mendalam terhadap fenomena "kencan dibayar" dan "menjual kencan" yang banyak dilakukan oleh gadis pelajar Jepang, memberikan kita begitu banyak hal untuk dipikirkan lewat tiap halamannya. Kenji tak ubahnya seperti kita, jauh dari kata inosens, memandu kita menuju kekejaman dan keiblisan yang mampu dia hindari--dan, hanya lewat Jun kekasih berusia 16 tahunnya saja yang mungkin mampu menyelamatkan Kenji.... ( via Goodreads

.-.

Saya heran kenapa novel buatan orang Jepang yang saya baca kok rasanya mengerikan semua, mulai dari Memoar of Geisha, yang menurut otak anak SMP saya sudah cukup disturbing, lalu Out karya Kirino, lalu ini. Out memang sangat mengerikan, mulai dari sisi kekejaman sampe adegan sexual yang explicit, saya pikir otak anak SMA saya yang masih lugu tergores saat itu juga. Saya sering nonton anime atau baca manga, tapi novel Jepang? Bisa dihitung pake jari tangan, hanya 3 yang drama manusia normal.

Seperti dari ringkasan di atas, Kenji itu guide bagi turis luar yang ingin menikmati dunia malam di Tokyo. Dia tahu banyak tentang industri malam di sana, watak pekerja dan juga watak orang-orang luar yang biasa menyewa jasanya. Frank adalah kasus lain.

Stupid Fast by Geoff Herbach


Penulis: Geoff Herbach
Bahasa: Inggris
Genre: YA, sport, humor, family, romance
Terbit: 2011

Sinopsis:

Felton Reinsten melihat ayahnya gantung diri saat ia masih berumur lima tahun. Dia dijuluki Squirrel Nuts karena dia kecil dan kagetan. Tapi musim panas itu dia hanya ingin makan dan tidur yang membuatnya tumbuh menjadi super besar dan super tinggi. Hal itu membuat atlet slash bully yang bau badannya seperti bau kencing mengajaknya untuk ikut tanding lari, ibunya tiba-tiba membencinya dan adiknya berhenti bermain piano dan banting setir menjadi bajak laut. 

Salahkah dia tumbuh?

Review:

Tokoh utama namanya Felton, check (gak ada hubungannya sama Tom Felton). Setting Midwest, check. Olahraga, check. Cukup tiga alasan dan maju!

Ya, jujur saja saya baca novel ini gara-gara covernya, juga karena saya baca teaser buku ketiga yang ceritanya tentang atlet cowok dodol yang lagi kuliah. Lalu saya nyari buku pertama baca satu bab dan langsung tertarik. Jaranglah ya Young Adult novel dari sudut pandang non-nerd

Monday, 22 July 2013

The Girl Who Loved Tom Gordon by Stephen King


Judul: The Girl Who Loved Tom Gordon
Penulis: Stephen King
Penerbit: Pocket Boss (Paperback)
Bahasa: Inggris
Halaman: 264
Status: Pinjam dari Perpustakaan Kota Malang
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮
Review di Goodreads: clicky

Ringkasan:

Trisha McFarland is a plucky 9-year-old hiking with her brother and mom, who is grimly determined to give the kids a good time on their weekends together. Trisha's mom is recently divorced, and her brother is feuding with her for moving from Boston to small-town Maine, where classmates razz him. Trisha steps off the trail for a pee and a respite from the bickering. And gets lost.

Anda pasti sering dengar nama Stephen King kan? 

Ketika tingkat 2 saya pernah mencari ebook tentang werewolf dan diantara tumpukan ebook yang tidak mungkin saya baca semua itu ada nama Stephen King. Adakah hubungannya orang ini dengan Stephen Spielberg atau Stephen Hawking? Saat itu saya hanya tau pasti wajah Stephen Hawking. Lainnya? *angkat bahu*

Lalu tahun lalu saya menonton The Mist  bareng adek yang baru berumur 10 tahun, film horror thriller yang sukses buat adek saya tertegun dan gak bisa mencerna akhir cerita yang memang....sakit banget. Film yang bikin mual, asin, meninggalkan perasaan hampa karena yang tersisa adalah perasaan tak percaya dan sedih. Anggap saya lebay karena saya memang bukan fans film horror. Saya penakut level 9. 


Kitchen by Banana Yoshimoto


Judul: Kitchen (Kicchin)
Penulis: Banana Yoshimoto
Penerjemah: Dewi Anggraeni
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Rating: T
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮ ✮
Review di Goodreads: clicky 

Ringkasan:

"Aku tidak bisa tidur di tempat lain selain dapur." Mikage Sakurai.  Setelah kematian neneknya, tokoh utama wanita kita ini hanya merasa tenang jika berada di dapur. 

Namun dapur keluarga Tanabe yang membuatnya jatuh cinta. Jatuh cinta pada Yuuichi yang mau memungutnya dan ibu (ayah) Yuuichi yang seorang transexual yang membuatnya merasakan apa arti keluarga.  

Nampaknya baru saja saya komen di blog mbak Ren klo saya gak begitu suka dengan cerita yang inti existensinya adalah romance. Rasanya seperti menelan ludah sendiri ya? Tidak. Saya memang gak begitu suka dengan novel dengan inti utama romance, tapi fanfic yang saya baca seringkali intinya adalah romance. Satu dua kali romance novel itu tidak akan membunuh saya (hitungannya ngeles gak ini? lol)

Novel ini saya baca Januari yang lalu, ketika saya masih full time NEET. Saya memutuskan untuk mereview ini sekalian untuk dimasukkan dalam new author challenge dan post pertama di blog yang saya khususkan untuk buku (tidak termasuk manga, sobs). 

Waktu itu saya sudah pegang satu novel tebal berbau sejarah Islam dan saya ingin nyari novel-novel tipis yang kiranya bisa menarik perhatian. Lalu muncullah novel tipis ini, terselimpit diantara novel-novel agak tebal dan tak dihiraukan. Nah, apa yang membuat saya tertarik mengambil buku ini tanpa mempertimbangkan jika ini drama romance? Tentu saja si tokoh utama yang punya fetish dapur dan yah ada kata transexual di belakang bukunya ;)

An Artist of The Floating World by Kazuo Ishiguro


Judul: An Artist of the Floating World
Pengarang: Kazuo Ishiguro
Halaman: 232
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: 6 Februari 2013
Format: Paperback
Rating: PG

Review: 

Masuji Ono adalah seorang seniman bohemian dan propagandis selama masa imperialisme Jepang.  Ketika akhirnya Jepang menyerah kepada sekutu, putranya gugur di Perang Jepang-China, dan istrinya meninggal, dia hidup mengambang di masa tuanya. Dikejar oleh masa lalu yang dia anggap merupakan kesalahan besarnya, dia berusaha menghapi masa lalunya yang dapat mengancam pernikahan putri terakhirnya.

Tema novel ini yang paling kentara adalah Jepang setelah Perang Dunia II dan perjodohan. Berawal dari usaha kedua Ono untuk menjodohkan Noriko dengan Taro Saito anak dari Dr. Saito yang sama-sama seorang seniman, namun lebih liberal dari dirinya yang konservatif. Putri pertama Ono mendorongnya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dia buat di masa lalu dengan kata-kata ambigu. Hal itu didorong kegagalan perjodohan pertama Noriko dengan Mitake yang Setsuko dan suaminya duga ada alasan dibalik semua itu, entah karena memang Keluarga Mitake menganggap derajat Masuji Ono terlalu tinggi untuk anak mereka menikahi Noriko atau karena Keluarga Mitake menemukan aib buruk Ono selama proses penyelidikan untuk melakukan perjodohan.

The Novice (Black Magician Trilogy #2) by Trudi Canavan



Judul: Rahasia Sihir Hitam Mematikan (The Black Magician Trilogy #2)
Penulis: Trudi Canavan
Penerbit: Mizan Fantasy
Halaman: 739
Rating: T
Cover: paperback

Jika buku pertama itu setengahnya boring dan berisi hal-hal tidak penting yang membuat saya skip beberapa bagian, maka buku kedua membuat darah saya naik. Saya paling benci bully. Period.

Buku ini diawali dengan acara penerimaan murid di Universitas Persekutuan Penyihir, sedikit mengingatkan saya dengan Harry Potter dan saya agaknya sedikit setuju dengan orang-orang yang menilai jelek buku ini gara-gara mereka berpikir novel ini terlalu meniru Harry Potter. Yah, di dunia jarang kita bisa menemukan barang yang murni orisinil, seberapa banyak cerita fantasy yang telah dibuat? Itu selalu tergantung bagaimana cara penulis menyampaikan ceritanya.

Kembali lagi ke The Novice, yang membuat darah saya benar-benar naik adalah kasus pem-bully-an Sonea oleh murid-murid Universitas yang merasa Sonea tidak berhak berada di sana karena dia adalah orang dari kawasan kumuh. Hari gini masih ngomongin gituan? Iya. Mungkin saya sendiri gak pernah merasakan langsung menuntut ilmu dengan orang-orang kaya yang sombong, tapi kasus seperti ini memang ada. Saya pikir, sebagai mantan anak jalanan, Sonea sama sekali tidak punya nyali, saya pikir jika anak jalanan diejek oleh orang kaya, mereka akan pukul balik. Saya pernah di-bully waktu kecil, tapi saya main pukul jadi kasus seperti ini bukan mimpi buruk bagi saya pribadi, tapi melihat orang di-bully dan tidak membalas pengganggu mereka selalu membuat saya gemas sekali. Apa karena Sonea perempuan sehingga dia tak mau membalas?

Inheritance by Christoper Paolini


Judul: Inheritance  
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 920
Rating: R 
Cover: Paperback

Berawal dari Eragon 
Dan berakhir dengan Warisan

Setelah agak kecewa dengan Brisingr yang monoton dan penuh diskripsi yang memang khas Paolini serta terlalu terfokus ke Roran, akhirnya aku dibuat sedikit semangat dengan Inheritance yang kata teman-teman jauh lebih menarik dari Brisingr. Faktanya memang begitu, aku butuh hanya beberapa hari untuk baca buku ini sementara aku butuh 3 tahun lebih untuk baca Brisingr (iya, dari akhir SMA dan baru aku baca benar-benar ketika udah lulus kuliah).

Aku nyelesaiin Brisingr akhir tahun 2012, kecewa karena Murtagh tidak dapat porsi cukup dan nangis karena ada yang mati di tangan Murtagh. Aku pikir, "Kenapa sih Paolini benci sekali Murtagh."

Tapi cukuplah membicarakan Brisingr, karena kakak kos yang sekarang bertugas di Irian Jaya meyakinkanku klo Inheritance bakal punya banyak porsi untuk Murtagh, bahkan ada kisah cinta dia dan Nasuada (ceritanya dia sms eike spoiler, sial kan?)

Challenge: New Authors 2013



Challenge lagi~! Tehehehe. Alasan utama aku buat blog di sini ya karena buku sih :))

Nah, challenge yang satu ini host-nya adalah Ren's Little Corner. Aturannya gampang, hanya harus membaca buku (fiction dan >200 halaman) dari penulis yang belum pernah dibaca, gak boleh baca ulang dan harus dibuat review-nya.

Yak gampang sih kedengerannya. Toh aku bukan tipe yang setia dengan satu pengarang novel kecuali Patricia Briggs, lain lagi dengan manga, klo itu biasanya aku setia ke satu pengarang. Nah, susahnya, porsi obsesi baca novel itu sedikit lebih kecil dari baca manga dan di aturan challenge ini ada kelas-kelasnya:

-easy (10-12 buku)
-middle (12-20 buku)
-hard (20-40 buku)
-maniac (>40)

Aku suka tantangan dan kadang seenak jidat aja ikutan tanpa tahu batasan diri dan karena aku telat tiga bulan (hamil?), maka aku gak mau muluk dan daftar level hard saja. Ok itu muluk sih agaknya, dari posisi ini, aku hanya bisa lihat 3 novel dari penulis baru yang belum pernah aku baca karyanya:

1. Prince of Thorns oleh Mark Lawrence
2. Lolita oleh Vladimir Nabokov; dan
3. Incarceration oleh Catherine Fisher.

Well, di kotak buku masih banyak novel dari pengarang "baru" yang aku beli dan belum aku baca (bahkan ada yang tiga tahun lalu aku beli dan belum aku baca sampe sekarang!) dan buku karya pengarang lokal adalah wilayah yang jarang sekali aku jamah. Di Perpus Kota Malang juga ada ratusan buku. Santai~