Thursday, 21 November 2013

[Review] Saga Volume 1


Judul: Saga Vol. 1
Penulis: Brian K. Vaughan
Ilustrator: Fiona Staples
Bahasa: Inggris
Genre: sci-fi, graphic novel, family
Publisher: Image Comic
Rating: NC-17
Bintang: ✮ ✮ ✮
Bisa diperoleh di sini: Bookdepository

Ringkasan singkat:
Ketika dua orang dari dua fraksi yang berperang  jatuh cinta, menikah dan membawa satu kehidupan baru ke dunia ini, dimulailah saga sebuah keluarga untuk mencari dunia dimana mereka bisa hidup dan membesarkan anak mereka.
What kind of assholes bring a kid into worlds like these?
Exactly.


Saga adalah salah satu komik, iya, komik BARAT yang masuk wishlist saya karena begitu banyak pujian yang saya baca tentang komik ini. Saya hanya melihat cover depannya dan saya anggap artworknya lumayan baguslah, gak kotak-kotak ala Batman atau Superman.

Komik ini bercerita tentang Alana, prajurit Landfall, sebuah planet besar dimana Wreath, bulan yang mengorbitnya, berpenduduk para makhluk yang berbeda dengan Alana. Alana mempunyai tanduk dan sayap, begitulah kebanyakan ras yang ada di Landfall yang dikuasai oleh sebuah monarki yang terdiri dari semi-robot-manusia. Sedangkan Marko dan penghuni Wreath adalah ras dengan beberapa bagian tubuh yang mirip dengan binatang, dimana Marko memliki tanduk kambing Garut.

Ala Romeo and Juliet dengan taburan sci-fi ala Star Wars dan topping fantasy, mereka jatuh cinta. Parahnya, sampai punya anak. Hazel. Hasil persilangan ini menjadi incaran orang kerajaan yang memerintahkan Prince VI (manusia dengan kebala monitor, semua anggota kerajaan nampaknya penampkannya seperti itu) untuk membunuh Alana dan Marko, dan membawa Hazel hidup-hidup.
Once upon a time, each of us was somebody's kid. 
Everyone had a father, even if he never provided anything more than his seed.
Everyone had a mother, even if she had to leave us on a stranger's doorstep. 
No matter how we're eventually raised, all of our stories begin the exact same way.
They all end the same, too.
Bukan hanya Prince VI saja yang memburu Alana & Marko, tapi orang-orang Marko juga menyewa pemburu bayaran untuk membunuh kedua pasangan ini dan mengambil Hazel. The Will adalah karakter yang digaris bawahi oleh Hazel, yang menjadi narator komik ini :)

Apa yang istimewa dari komik ini selain topik keluarga yang tentu saja akan menarik bagi saya?

Humor. Satir. Sarkasme. Dan Marko. Sue me, I am a girl.

Jika Alana adalah damsel in distress yang gak berguna dan menyerahkan segalanya pada Marko, saya pasti akan menghapus komik ini dari wish-list tanpa ragu.

Alana adalah prajurit. Alana adalah ibu. Mulutnya Alana minta disabun. Sejujurnya dia yang lebih sering membuat saya tertawa lebar karena Marko lebih cenderung menjadi karakter cowok yang diharapkan semua feminist. Laki-laki yang pengertian yang mengerti jika wanita keras hati dan kepalanya itu juga ingin disayangi.
Forgive me if I don't take relationship advice from a dead teenager missing her vagina.
Ah sungguh. Jika saya bayangkan, karakter Alana ini pas sekali dengan Duo Maxwell, mulutnya itu luar biasa, sedangkan Marko akan pas sekali jadi Relena Peacecraft atau Quatre Raberba Winner. Marko adalah seorang pasifis yang tidak ingin membunuh siapapun.
Violence is stupid. Even as a last resort, it only ever begets more of the same
Comic book is not my cup of tea. Really.

Terbukti ketika saya baca issue pertama saya kecewa bukan main.

Saya disuguhkan dengan gambar Alana, si tokoh utama cewek yang Anda bisa lihat sedang menggendong bayi di atas, melahirkan. Dan dia bilang betapa enaknya melahirkan?

Apa?

Dilanjutkan dengan scene dimana bangsawan semi-robot-manusia yang sedang olahraga di ranjang. Sangat explisit. Saya sampai bingung sendiri. Saya tidak awam untuk masalah manga dengan banyak adegan eksplisit, tapi ini komik, rasanya karpet yang saya pijaki ditarik begitu cepat saya hampir terjatuh.

Pada akhirnya saya harus mengaplikasikan tidak semua komik untuk anak-anak. Yang satu ini jelas untuk orang dewasa. Pantas saja komik ini termasuk "banned book", ya klo isinya kayak gini saya juga gak akan naruh komik ini di perpus sekolah, tolonglah.

Dan alurnya cepat sekali menurut saya. Saya memang cenderung suka alur yang lambat dengan penjelasan di sana-sini untuk menguatkan setting. Belum sempat saya kenal dengan karakter ini, yah Anda tahulah maksud alur cepat itu. Adegan pertarungannya juga meh. One Piece aja lebih keren. Bahkan saya gak suka One Piece.

Namun setidaknya saya habis sevolume, dan Alana & Marko adalah pasangan yang benar-benar lucu. Tiga bintang untuk komik pertama saya!

Warning: komik ini benar-benar untuk dewasa, ada beberapa adegan yang bahkan membuat saya yang terbiasa dengan manga dewasa merasa tidak nyaman. Faint heart here!

6 comments:

  1. duh, dari review ini, i fancy marko. penasaran tapi..
    takut ngga nyampe sama genre sci-fi -.-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. bacaaaa xD Marko itu adorable bangets

      Delete
  2. wakwakwak jadi penasaran sama adegan dewasa yang bikin mide nggak nyaman XD btw coba sini mana alana yang bilang ngelahirin enak, biar suruh ngelahirin anak kembar 4 dulu lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. honestly, komik barat dewasa itu super duper mengerikan.

      IYYAAAA, aku belum pernah ngerasain melahirkan, tapi bisa dibayangin ya seorang ibu ngeluarin apa dari apanya, nikmat katanya. Gak ngerti lagi x_x

      Delete

sankyu ya (*≧▽≦)