Saturday, 30 November 2013

[Review] Gone, Gone, Gone

source: Goodreads
Judul: Gone, Gone, Gone
Penulis: Hannah Moskowitz
Bahasa: Inggris
Genre: young adult, fiction, romance, GLBT
Halaman: 251p
Rating: M
Bisa didapat di: Bookdepository
Bintang: ✮ ✮

"He smells like Cody, Oh my God, I missed him so much. He smells like home and like my heart back because I think that he needs it and I think I am so warm in his arms right this second...bla...bla"

I rolled my eyes so hard I could see yesterday.

The sappiest book I have ever read!


Deskripsi di Goodreads:

In the wake of the post-9/11 sniper shootings, fragile love finds a stronghold in this intense, romantic novel from the author of Break and Invincible Summer.

It's a year after 9/11. Sniper shootings throughout the D.C. area have everyone on edge and trying to make sense of these random acts of violence. Meanwhile, Craig and Lio are just trying to make sense of their lives. 

Craig is crushing on quiet, distant Lio, and preoccupied with what it meant when Lio kissed him...and if he'll do it again...and if kissing Lio will help him finally get over his ex-boyfriend, Cody.

Lio feels most alive when he's with Craig. He forgets about his broken family, his dead brother, and the messed up world. But being with Craig means being vulnerable...and Lio will have to decide whether love is worth the risk.

***

Setting buku ini di Maryland, DC, 13 bulan setelah dua tower dan Pentagon ditabrak pesawat. Kejadian itu merupakan tragedi besar bagi orang US. Tentu saja, mengingat hitungannya US itu negara aman, freeland, American dream, lalala. Belum sembuh luka karena tragedi 9/11, setahun kemudian ada kejadian "Beltway sniper attacks", penembakan random yang dilakukan oleh...yah, baca saja motif penembakan orang yang namanya Muhammad itu di wikipedia.

Pada saat ini lah cinta Craigs bersemi lagi setalah ditinggal gila oleh pacarnya yang lama. Lio yang bertubuh kecil karena kanker/leukimia membuat hidupnya lebih cerah, apalagi setelah semua hewan yang dia pelihara kabur dari rumah. Lio yang miskin kata, yang memberinya tikus untuk dipelihara dan membantunya mencari 14 hewan peliharaannya walau ada ancaman penembakan yang dilakukan oleh penembak gila. Dunia tidak aman, tapi mereka berdua hanya ingin jatuh cinta.

Mereka masih 15 tahun.  

Craig depresi karena Cody putus dengannya. Tak ada cinta hewan pun jadi. Cerita cinta yang sangat intense. Yea right.

***

Sebenarnya saya mau ngasih satu bintang saja tapi faktanya saya membaca novel ini dari cover depan ke cover belakang. Entah karena saya suka Craig yang suka binatang atau karena saya suka Lio yang bertubuh kecil (saya juga kecil, yay).

"We are 15 and we are stupid"

Yes! Saya gak ngerti kok kalian bisa selebay itu masalah cinta, masih kecil juga. 

Wait, saya jadi "presumably asexual" gini juga gara-gara kejadian waktu umur 15 tahun (eh, curcol). Jadi yah, memang cinta itu bisa membuat orang gila. Bisa membuat orang mati karena sakit hati. Ingat the Great Gatsby? Ya itu contoh gak bisa move on paling parah di film yang pernah saya tonton. 5 cm per second aja sampe kalah. Jadi, walaupun saya agak pingin muntah karena novel ini SAP luar biasa (sap itu bahasa Indonesianya apalah?) , saya bisa aja simpati, tapi ah tetap saja saya gak bisa simpati. 

Lalu, saya sampingkan dulu masalah romance dua anak gay ini, tragedi penembakan Beltway ini merenggut nyawa orang, kita tidak bisa membandingkan mana yang lebih banyak manusia yang tewas di tower dan pentagon dan mengkategorikan tragedi mana yang lebih pantas untuk disebut tragedi. Itu nyawa manusia, bukan hanya angka. Sama juga dengan nyawa orang-orang yang mati di Afganistan dan Iraq karena invasi negara lain.

Dua bintang. Okay? Karena saya pingin tahu nasib peliharaan Craig yang hilang gimana jadinya.

No comments:

Post a Comment

sankyu ya (*≧▽≦)