Wednesday, 13 November 2013

#5BukuDalamHidupku | The Kite Runner: No More War, Please


Judul: The Kite Runner
Penulis: Khaled Hosseini
Halaman: 600an
Tahun terbit: 2006
Tahun baca: kelas 2 SMA
Status: dipinjami wali kelas 2 SMA
Review saya: Goodreads
Blurb:
Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya. Rasa bersalah kini menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambilnya.

Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti rapuhnya layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.

The Kite Runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Di tengah belantara puing di Kota Kabul, akankah amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya?
***

Kalian ingat ketika World Trade Center ditabrak pesawat? Saya ingat, rasanya saya sedang libur, lalu ada berita kayak gitu saya diam saja karena gak tertarik. Saya baru terobsesi dengan berita mancanegara tahun 2002 sih. Ah, saya lupa. Entah saya sudah terobsesi dengan perang sebelum kejadian ini atau tidak, yang saya tahu, sejak nonton Gundam Wing, mata saya terbuka (Gundam Wing lagi, mide, please, stop!)

Lalu ada pemberitaan di sana-sini tentang Amerika yang lagi bengis karena dicakar kucing (re: Afganisu-tan), ingin melabrak kucing yang sudah menyakitinya, dan walah kok kucingnya sembunyi di Afganistan. 

Saya yang waktu itu masih hijau dan gampang terpengaruh, apalagi suka nonton GW, panik! 

GIMANA KLO US NYERANG INDONESIA?!

Pikir saya karena Indonesia banyak muslimnya aja sih. Suatu hari ketika saya menonton berita, intinya tentang persiapan murika untuk menyerang Afganistan. Ada video tentang Islamabad, saya ingat sekali first impression saya tentang kota ini, ingatan saya ketika menonton berita itu jelas. Begitu juga serangan panik yang saya rasakan saat itu.

Saat itu saya masih kecil: kalut, sesak nafas, saya menangis dan otomatis mencari ibu saya. Berharap ibu saya bisa membuat saya tenang. Yang saya temukan malah bapak yang dengan dinginnya menyuruh saya berhenti menangis dan mengatakan US tidak akan menyerang Indo.

Btw, saya cengeng waktu kecil. Takut ini, takut itu. Sampai kelas 5 SD saya ingat jika saya punya phobia hujan.
***

Sudah terlanjur tahu masalah itu, saya tumbuh dengan selalu mengikuti berita luar negeri, selalu mendukung Palestina/Afganistan dan negara-negara tertindas lainnya.

Suatu hari ketika saya kelas 2 SMA saya menonton VOA di metr*tv, ada pemberitaan tentang suatu film yang menceritakan tentang Afganistan: anti-taliban dan bla-bla sampai aktornya harus disembunyikan di Baghdad agar tidak jadi incaran mereka.

Beberapa minggu setelahnya saya berbincang-bincang dengan wali kelas saya, beliau menyebutkan tentang The Kite Runner, saya langsung ingat berita dari VOA, beliau tanpa ragu meminjamkannya pada saya. Beliau luar biasa, perpus SMA saya menjadi ultra menyenangkan karena beliau selalu menuruti kemauam murid. Kamu mau baca apa, lapor beliau, pasti dibelikan :)
***

The Kite Runner merubah cara pandang terhadap media massa. Rasanya agak beda apa yang diusahakan media massa agar kita percaya dengan apa yang dikatakan Hosseini tentang Afganistan. 

Media massa negara kita selalu membela negara-negara Islam yang tertekan, saya bersyukur akan hal itu, tapi ada beberapa hal yang mereka tutupi karena mereka tidak yakin harus memihak siapa.

Penjelasan Hosseini membuka mata saya jika agama saya itu terbagi-bagi. Layaknya suku-suku di Indonesia. Banyak sekali jenisnya, kau harus mengerti latar belakang suatu hal untuk menyimpulkan sesuatu itu benar atau salah, dan ketika dunia itu begitu abu-abu.

Buku ini menguras air mata. Saya bahkan hanya membacanya sekali, gak sanggup baca untuk kedua kalinya karena begitu menyedihkannya.

Sejak membaca The Kite Runner saya terobsesi dengan Afganistan, yang entah kenapa merembet pada sejarah dan sosiologi Islam. Bisa dibilang, ketika SMA saya hanya konsen pada sejarah spesifik seperti itu. Hal itu membuat saya kesusahan ketika suatu test membutuhkan saya untuk paham sejarah bangsa sendiri. Rasanya pingin benturin kepala ke tembok. 

Kesukaan saya kepada sejarah Islam akan membawa saya menulis salah satu biografi objektif tentang Nabi Muhammad. Salah satu buku yang merubah pemikiran saya juga. Saya akan tulis besok mungkin.

No comments:

Post a Comment

sankyu ya (*≧▽≦)