Tuesday, 12 November 2013

#5BukuDalamHidupku | Eragon: Nothing’s feel like first love.

Judul: Eragon
Penulis: Christopher Paolini
Penerbit: Gramedia Pustaka
Tahun terbit: 2012
Halaman: 503p
Rating: PG

Sinopsis:
Eragon, 15 tahun, menemukan telur naga di hutan dekat desanya, Carvahall. Keputusannya untuk memelihara naga yang keluar dari telur tersebut, Saphira, membuatnya terbawa takdir yang akan mempertemukannya dengan Brom, Murtagh, Aria.

Epic-high fantasy yang saya ikuti selama hampir 10 tahun. Mengasyikkan.
***

Dua hari yang lalu saya baca post salah satu penulis fav saya, a book meme di livejournal, prompt-nya, “pikirkan selama 10 menit buku yang pernah menjadi hal penting dalam periode tertentu dalam hidupmu.” Langsung kepikiran majalah intisari dan komik Dragon Ball, Maitantei Conan, Kindaichi. Langsung dicoret. 3 menit habis.

Lalu kok saya malah mikir Gundam Wing yang punya peran besar dalam masa kecil saya, yang bukan buku. Pahlawan masa kecil saya ya Pilot Gundam, Jet Lee, Andy Lau dan Chou Yun Fat, 2 menit habis mikirin karakter kece-kece yang merubah pemikiran saya.

Saya harus berpikir keras, mengingat lagi kapan pertama kali saya pertama kali baca buku dari sampul depan sampai sampul belakang selain buku pelajaran sekolah atau ensiklopedi di perpus sekolah….

Jawabannya ya Eragon.


Saya tidak bisa mengingat buku pertama apa yang saya baca, rasanya ada Light Novel, tapi bahkan ceritanya saja saya tidak ingat apa, saya dulu juga tidak mau suka dengan Harry Potter karena ketika saya SMP buku itu mainstream sekali (tolong, jangan tendang saya dari pergaulan), toh saya juga gak tahu gimana caranya baca buku semahal itu, ketika masih kelas 1 SMP, saya belum punya teman dengan kecenderungan baca buku, baca komik iya :v

Setahun kemudian, saya dimasukkan di kelas dimana murid dituntut untuk saling bersaing satu sama lain. Jika di kelas satu bertemu dengan teman yang sangat saya sayangi karena dia selalu mau mendengarkan saya bercerita, maka di kelas 2 saya bertemu dengan partners in crime...

...dan saya jatuh cinta dengan anak pendiam yang suka membaca buku (saya tidak tahu dia suka baca atau enggak), panggil saja si A. Fakta dia membeli buku, komik, majalah seperti beli jajan di kantin SMP membuat saya takjub: worang kayah yang tahu bagaimana harus membuang uangnya!

Saya beruntung sekali bisa masuk kelas unggulan, karena yah, selain memacu jiwa kompetitif saya, teman sekelas saya tidak menekan saya yang punya hobby seperti ini, banyak temannya malah. Saya ingat teman kuliah saya bilang jika kelas unggulan di tempatnya isinya orang serius.

Teman-teman saya membukakan dunia, “di sini loh kamu bisa beli majalah anime bekas, di sini loh kamu bisa nyewa komik dan novel”, saya bahagia sekali punya teman yang tidak memandang jelek cewek yang suka Gundam atau baca komik, saya tidak pernah tidak punya partners in crime.
Kenapa saya sebut partner in crime? Teman saya di SMP dulu sering bilang, “belum tobat aja baca komik?”
Huh. Manusia itu memang banyak jenisnya sih.

SMP saya sekarang ini menjadi SMP buat orang kaya saja, sedih sekali.

***

Klo dibilang, sekali saya menganggap seseorang menarik, saya akan mendekatinya. Cewek atau pun cowok. Saat ini ketertarikan itu berbuah pada cinta. Saya pro-aktif lah, saya dekati si A. Jika diingat, saya ini frontal sekali dulu.

Plus saya menemukan ada kesamaan di antara kami, seperti sama-sama sedang menonton Gundam Seed yang ditayangan Indosiar setiap hari minggu pagi. Si A tahu saya suka Gundam sampai dalam tidak sehat *uhuk*dia member saya satu mini poster Arthrun dan Kira. Tuhan, salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup, kesukaan saya pada si A juga semakin bertambah :)

Suatu hari si A membawa Eragon ke kelas.

(Membawa komik atau novel dulu itu tidak boleh sebenarnya, tapi tolonglah. Saya pernah dipanggil BK karena ada pemeriksaan mendadak ketika semua sedang upacara bendera, licik sekali :v )

Dia bercerita pada saya apa itu Eragon: novel baru, naga. Saya hanya ingat itu saja. Tuhan, saya tahu si A pendiam, tapi saya tidak ingat apa saja yang pernah dibicarakannya. Sungguh, waktu adalah obat terbaik untuk patah hati.

Woops, spoiler!

Kembali ke Eragon, karena saya ingin mengambil hatinya, sama seperti modus-modus percintaan lainnya, saya bertanya bolehkan saya pinjam Eragon, dia mengiyakan. Boleh! Saya bisa membayangkan diri saya joget saat itu.

Saya sendiri tidak yakin bisa menyelesaikan novel setebel itu! Eragon yang seperti itu saya anggap tebel loh, tulisannya kecil lagi. Tolong. Hah hah :v

Tapi saya berusaha, motif saya memang salah, puluhan halaman pertama saya juga menganggap Eragon itu MEMBOSANKAN sekali. Apa sih? Lalu berubah ketika Saphira muncul ♡´・ᴗ・`♡

JEBRET!

Saya tidak pernah suka tokoh utama, tapi hey, mungkin sudah sejak kecil kecenderungan saya untuk menyukai karakter yang sayang dengan pendampingnya, platonic love ya, baik itu hewan, naga, cewek, saudaranya, atau apapun lah.

Saya tidak ingat butuh berapa lama say abaca Eragon, saya hanya ingat ibu saya memarahi saya karena baca novel setebal itu, “kan lebih baik baca buku pelajaran!”

Hahaha :v

Belum lagi saya juga terpesona oleh sosok Paolini yang saat itu masih muda sekali hitungannya, dia bahkan sukses menerbitkan buku yang hitungannya terjual sampai ke luar negeri. Saya juga sudah lama lemah terhadap cowok berkacamata, berbakat lagi.

Si A tidak berkacamata jika kalian bertanya.

***
Pretty much I became that kind of irrasional fangirl. Saya selalu ngotot Eragon lebih baik dari Harry Potter padahal saya belum baca Harry Potter itu sendiri. Namun, bukankah itu yang namanya orang jatuh cinta, mereka buta.

***
Lalu apakah saya melaksanakan modus-modus lain untuk mengambil hatinya?

Iya, sampai akhirnya kami tidak sekelas lagi di tahun terakhir SMP. Hal itu saya lakukan tanpa sadar, sungguh. Saya tidak berpikir suatu saat saya akan patah hati. Saya tidak mengerti perasaan itu harus diapakan, selama saya bisa berbicara dengan si A, saya bahagia.

Dan karena kebodohan saya, tentunya saya tidak mengira jika hampir semua orang seangkatan yang kenal saya tahu jika saya suka si A. I knew I was very obvious, tapi, tapi, tapi, hal itulah yang menghancurkan segalanya.

Saya tahu saya hanya cewek kecil tomboy, gak cantik, yang suka baca komik dan nonton anime, yang gak pake jilbab padahal dari SD Islam.

Hah.
***
The first cut is always the deepest. There is nothing quite like first love, just don't try to relieve it.
***
Eragon itu pintu bagi saya.

Saya menangis sejadinya ketika Eragon berkabung atas kematian pamannya, saya berbunga-bunga ketika Murtagh muncul, dan selalu ada perasaan hangat ketika membaca betapa sayang Saphira ke Eragon. Dunia buatan yang dibuat Eragon waktu itu juga luar biasa di otak SMP saya.

Setelah tamat baca Eragon saya mencari-cari novel fantasy lainnya. Mulai dari LOTR sampai Harry Potter, yang terakhir itu akhirnya say abaca ketika kelas 3 SMP. Setidaknya bacaan saya bukan komik dan buku non-fiksi lagi.

Setiap kali saya lihat Eragon, saya ingat perjuangan saya mengambil hati si A, betapa hebatnya perasaan itu, yah, nikmatnya NTR. . Kenangan yang sering membuat saya tersenyum miris.

Eragon bukan buku terbaik yang pernah saya baca, pendapat Eragon lebih baik dari Harry Potter pun sudah berubah, karena Draco lebih baik dari Eragon (salah!). Namun Eragon itu menyimpan banyak kenangan saya selama SMP. Jika suatu saat saya bertemu Paolini, ingatkan saya untuk minta tanda tangannya ya. Bisa dibilang Eragon itu cinta pertama saya. Jika di profile saya ada tulisan asexual, itu juga karena cinta pertama saya. Mungkin saya akan jadi penggemar komik dan anime saja jika saat itu saya tidak memilih untuk menyukai si A :)

3 comments:

  1. wakakakaka, ngakak baca tulisan kamu, sebenernya sedih sih waktu kalian beda kelas.
    baru tahu ternyata kamu antimainstream dan kita sama-sama suka ama Gundam Seed! sampai-sampai aku belain beli majalah animonster kalau edisinya lagi bahas Gundam =)). waktu SMP aku juga suka baca komik, baru SMA beralih ke noovel, khususnya teenlit. Waktu itu ada temenku juga yang suka baca Harry Potter dan pamer2 kalau ceritanya inilah, nggak berani pinjam soalnya emang nggak boleh dipinjamin, takut rusak kayaknya :(

    btw, sekarang gimana kabar cinta pertamamu? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wohooo! Sama-sama penyuka Gundam nih *high five*

      dan kok bisa temen mbak itu, medit banget gak boleh dipinjam! >:(

      si A....saya gak tahu dia ada dimana :((

      *mewek* depresi habis nulis ini loh >:(

      Delete
  2. waduh belum pernah baca gundam ma eragon #ditabok

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)