Friday, 18 October 2013

[Review] The Turning (Blood Ties Series #1)


Judul:  The Turning
Penulis: Jennifer Armintrout
Bahasa: Inggris
Genre: fantasy, paranormal, romance, vampir
Rating: NC-17
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮

“If you're afraid of something, face it. Fear is irrational. The only way to conquer your fear is to stand next to it.” 
Blurb:
I'm no coward. I want to make that perfectly clear. But after my life turned into a horror movie, I take fear a lot more seriously now. I finally became Dr. Carrie Ames just eight months ago. Then I was attacked in the hospital morgue by a vampire. Just my luck.

So now I'm a vampire, and it turns out I have a blood tie to the monster who sired me. The tie works like an invisible leash and I'm bound to him no matter what I do. And of course he's one of the most evil vampires on earth. With my sire hell-bent on turning me into a soulless killer and his sworn enemy set to exterminate me, things couldn't get much worse--except I'm attracted to them both.

Drinking blood, living as an immortal demon and being a pawn between two warring vampire factions isn't exactly how I'd imagined my future. But as my father used to say, the only way to conquer fear is to face it. So that's what I'll do. Fangs bared.

~*~*~*~

Beberapa hari ini saya membaca ulang salah satu komik vampir yang waktu SMP saya suka, bisa dibilang itu komik cowok dengan perturangannya yang berlebihan dan drama serta artworknya yang menurut saya cewek sekali dengan bling-bling di sana-sini, juga cewek yang diperebutkan semua cowok yang ada.

Saya berpikir, kenapa sekarang saya benci komik ini? Apa karena sang notorious Twilight saya jadi benci makhluk yang dinamakan vampir?

Bisa jadi...

Lalu saya berpikir, saya tidak pernah membaca satu pun novel tentang vampir yang pernah dipublikasikan (fanfik gak dihitung ya). Berpikir, berpikir dan berpikir lalu saya ingat pernah membaca satu novel dewasa, coba-coba, sekitar 2-3 tahun yang lalu. Karakter-karakter di novel ini cukup membekas di hati sehingga setidaknya saya punya pegangan untuk menulis review setelah 2-3 tahun membacanya.

Saya ingat saya menghabiskan satu malam saja untuk menyelesaikan novel ini, sementara besoknya saya ujian, mata ujian dengan dosen killer. Dosen seperti ini selalu eksentrik, no? Dosen ini saking sukanya warna hijau, beliau tidak memperbolehkan anak didiknya memakai baju warna hijau di kampus. Ok kok saya ngomongin ini? Ok, ok balik lagi ke buku ini....

Tokoh utama di novel ini adalah Carrie Ames, seorang doktor dan perfeksionis, serta libido yang dipertanyakan. Hal terakhir akan saya jelaskan nanti.

Sire-nya, vampir yang menyerang dan membuatnya menjadi makhluk tidak bisa mati itu bernama Cyrus, antagonis di buku ini. Lalu muncul Nathan, pemburu vampir yang sesungguhnya adalah vampir sendiri yang saat itu sedang mengejar Cyrus sampai akhirnya Cyrus menyerang Carrie. Lalu bertemulah mereka dan jadilah cinta segitiga. Cyrus yang kejam vs Nathan yang pengasih lagi sayang anak adopsinya, dan si Carrie endingnya bingung milih siapa? Fak logik, saya juga gak ngerti kenapa saya suka banget, namanya cinta juga gak jelas.

Apa yang membuat buku pertama ini susah saya lupakan? Pertama, karena saya suka Nathan. Saya akan membaca buku dengan karakter menarik walaupun ceritanya sampah. Saya juga akan baca buku dengan cerita menarik walaupun tidak ada karakter yang saya sukai. Sukur-sukur karakter dan cerita menarik. Plus plus banget.

Saya suka lelaki yang sayang anak & hewan. Nathan tidak punya anak tapi dia mengadopsi pendonor darahnya sendiri, remaja kulit hitam di masa-masa berontaknya. Nathan mengerti dan dia sabar sekali menghadapi Ziggy, donornya tersebut. Sementara Carrie dan Cyrus saya angkat tangan, pada akhirnya novel ini terlihat seperti komik cowok dimana antagonisnya ternyata orang baik. Ya weslah.

Buku ini saya rating sparta seperti itu karena...bisa dibayangkan adegan Cyrus dan Carrie bagaimana? Cyrus jahat loh. Dan dia JAHAT BANGET. Darah dimana-mana. Penulisnya diskriptif sekali pula.

Scene Cassie diserang oleh vampir ketika berada di morgue (bahasa Indonesianya apa?) mengingatkan saya dengan salah satu fanfik GW, membuat saya penasaran hanya dengan baca blurbnya saja meskipun akhirnya ceritanya berbeda dengan fanfik tersebut, yah kecuali antagonisnya sifatnya sama.

Buku yang lumayan. Hubungan ayah anak Ziggy dan Nathan itu membuat dada saya hangat :)

Tentang Penulis

Jennifer Armintrout tidak ada hubungannya dengan Armin salah satu tokoh manipulatif di Shingeki no Kyojin. Bukan. Dia adalah salah satu dari sekian banyaknya USA best-selling author. Armintrout tinggal di midwest sana.

Selain menulis novel pararom, dia juga menulis erotica. Surprise! Dengan karakter macam Cassie yang kelihatan ngiler setiap lihat cowok ganteng....saya kaget juga sih. Baru pertama kali baca beginian, dulu itu. Yang menyebabkan saya agak males juga mau ngelanjutin (._. )

2 comments:

  1. Komik vampire apa De? Vampire Knight? Kalau aku sukaan Trinity Blood tuh :D

    Ini sering ketuker2 sama Jennifer L Armentrout. Mikirnya apa sodaraan gitu ._.

    ReplyDelete
  2. klo yang ada L-nya itu khas YA ya *lihat listnya*

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)