Wednesday, 30 October 2013

[Review] Moon Called - Lolongan Malam


Judul: Moon Called - Lolongan Malam (Mercy Thompson #1)
Penulis: Patricia Briggs
Penerjemah: Fulvia
Bahasa: Indonesia
Genre: paranormal, urban fantasy, romance
Penerbit: Gagas Media
Halaman: 402p
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮ 
Status: Beli, 3 tahun lalu.

Blurb:
Hidup Mercedes 'Mercy' Thompson jelas sama sekali tak bisa disebut normal. Dia bertetangga dengan werewolf. Mantan bosnya dulu adalah gremlin. Dan dia memperbaiki bus VW bagi klien vampirnya.

Tapi, Mercy sendiri juga tak bisa dikategorikan normal. Dia seorang Native American, montir bagi bengkel miliknya, dan... seorang shapeshifter yang dibesarkan sekelompok werewolf.

Review
Mercedes "Mercy" Thompson adalah seorang walker, coyote jadi-jadian dalam budaya Indian, dia juga dibesarkan oleh kumpulan serigala. Dia setengah Indian dan juga seorang mekanik.

Mercy ini sejenis wonder woman bagi saya, dia yang sebagai seorang mekanik terutama (saya sepeda motoran aja gak bisa). Ketika kuliah dia belajar sejarah dan bahasa Jerman, tapi akhirnya dia jadi mekanik? Mau dibuat apa ijazah dari jurusan sejarah? Untung bukan pegawai McDonald, udah sih syukurin aja (loh?). Itu omongan Mercy sendiri loh. Saya jadi ngerti maksud post-post sindirian di 9gag tentang McDonald. Eh tapi siapa sih yang kerja sesuai jurusannya pas kuliah? Ya tolong siapa yang bilang macam ini :v Saya kalo nuruti hobby mungkin dulu akan ambil jurusan sejarah loh :v

Anyway, jarang saya lihat cewek bekerja sebagai montir, Mercy seakan menunjukkan dia bisa melakukan apa yang dilakukan cowok. Feminist. Namun bukan feminist yang ngotot menuntut persamaan derajat, tidak telanjang dada untuk menunjukkan idealismenya. Dia secara sederhana menunjukkan bahwa dia bisa melakukan apa yang dilakukan lelaki, dia bisa hidup tanpa harus bergantung pada lelaki dan dia tidak takut pada lelaki.

....yang digagalkan dengan nalurinya sebagai seorang coyote yang harus tunduk pada Adam, alpha werewolf, pemimpin kumpulan serigala jadi-jadian, yang adalah tetangganya dan ceritanya lagi PDKT sama Mercy.

Di Alam, serigala punya kasta. Saya lebih banyak baca fanfic dengan karakter werewolf daripada novel denga karakter werewolf, hitungannya cuman novel dari Patricia Briggs saja, jadi saya lumayan ngerti juga masalah alpha, beta dan omega dalam perkastaan serigala. Alpha, pemimpin, ditakuti dan harus dituruti oleh bawahannya, intinya begitu. Mercy berusaha menunjukkan dia mengerti kedudukannya sebagai coyote tapi tidak sepenuhnya tunduk oleh tuntutan instingnya.

Adam sudah punya anak perempuan dan seorang duda, pingin kehangatan yang hanya bisa disediakan oleh pasangan ( ˘ ³˘)♥ lalu ada lagi Samuel, alpha werewolf juga, anak pertama Bran, yang dulu adalah cinta pertama Mercy tapi karena suatu hal yang spoiler banget saya tidak bisa menjelaskan jadinya. Pokoknya ini adalah cinta segita. Lagi-lagi. Biasanya sih saya capek baca cinta segitiga, tapi Adam~Mercy~Samuel ini bikin saya gemes sekaligus bikin saya nangis mewek ( p′︵‵。)

Nah, Samuel ini CRUSH saya (´∀`)♡ klo berubah jadi serigala warna bulunya putih semua dan dia dokter berhati lembut penyanyang anak-anak (。’▽’。)♡

Hal yang mengherankan lagi tentang Mercy, di alam nyata serigala tidak akrab dengan coyote, seperti kucing saya yang paling tua menganggap kucing cowok saya yang paling muda adalah pengganggu dan penyelundup yang memasuki daerahnya. Tapi kenapa Bran, Marok atau pememimpin kumpulan serigala seluruh Amerika mau membesarkannya ketika ibu Mercy tidak sanggup melihat anaknya adalah setengah coyote?

Di sini kita belajar suatu komunitas, sekaku apapun bisa berubah, karena werewolf juga sebagian manusia. Terus ada lagi werewolf dengan pasangan gay yang sebagian werewolf lain tidak setuju akan pilihannya, kebanyakan werewolf umurnya panjang dan hitungannya "orang-orang kuno". Dinamisme ini yang saya suka dari "wolf packs"-nya Patricia Briggs :)

***

"NONA THOMPSON, tulis pengirimnya dengan huruf besar, TOLONG JAGA BAIK-BAIK KUCINGMU DAN JANGAN MEMBIARKANNYA BERKELIARAN DI RUMAHKU, KALAU AKU MASIH MELIHATNYA, AKU PASTI AKAN MENYANTAPNYA."

Jika dibandingkan dengan vampir, saya jauh lebih suka werewolf. Mungkin karena saya yang sok anti-mainstream, dengan naik layarnya Twilight, saya melihat cerita dengan karakter vampir ada dimana-mana. Plus saya memang penyayang binatang yang punya bulu lembut, walau pada  faktanya klo saya digonggongi anjing yang minta jajanan saya saja cuman bisa berdiri beku dan gemetaran (beneran kejadian).

Mercy ini cewek yang mengagumkan. Jarang saya suka karakter cewek sampai dalam tahap pingin saya contoh karakternya. Mercy itu kuat dalam fitrahnya sebagai wanita.

Dan saya hampir suka semua karakter yang dibuat Patricia Briggs (๑・ω-)~♥” Itulah yang membuat saya betah aja baca 7 volume seri ini dan spin-off-nya yang lain. Patricia Briggs itu salah satu penulis fav saya (〃・ω・〃)

Misalnya saja saya melihat cover ini duluan, pasti saya gak bakal kenal Mercy, saya cenderung menghindari novel dengan cover yang mengintimidasi. Untunglah Moon Called terbitan Gagas Media ini covernya anggun. Mercy kelihatan caktik banget, Adam juga macho banget (♥ω♥*)

Tinggal nunggu entah kapan Gagas mau ngelanjutin nerbitin buku selanjutnya aja ini. Gagas Media, tolonglah (ノ´ー`)ノ

Btw, terjemahannya gak begitu bagus, lihat aja blurbnya. Saya beli dari Gagas karena covernya bagus dan kewajiban sebagai fans Mercy aja sih. Jadi gak peduli juga sama terjemahannya :v

Dan, elalu dukung penulis favoritmu, mereka hidup tidak dari makan rumput ^^;

Tentang Penulis:
Patricia Briggs lahir di Montana, orang tuanya adalah pustakawan yang menularkan kecintaan membaca pada anaknya. Dia tumbuh dengan membaca buku dongeng dan apapun tentang kuda. Ketika  Kuliah mengambil juurusan sejarah dan bahasa Jerman dan pernah menjadi seorang guru.

Sekarang Patricia Briggs mengabdikan hidupnya untuk menulis buku. Dia hidup di Montana, bersama suami, anak-anaknya dan enam ekor kuda.

Background Mercy banyak miripnya dengan penulisnya ya :))

No comments:

Post a Comment

sankyu ya (*≧▽≦)