Sunday, 4 August 2013

The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian by Sherman Alexie


Title: The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian
Author: Sherman Alexie
Genre: Young Adult, Coming-of-Age, Humor, Cultural, Family
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮ 1/2

Ringkasan:
"In his first book for young adults, bestselling author Sherman Alexie tells the story of Junior, a budding cartoonist growing up on the Spokane Indian Reservation. Determined to take his future into his own hands, Junior leaves his troubled school on the rez to attend an all-white farm town high school where the only other Indian is the school mascot." - Goodreads
~*~*~*~
Ini pertama kalinya saya membaca buku yang berhubungan dengan Indian. Dan saya kaget betapa menderitanya hidup mereka di reservasi. Di chapter pertama saya sudah harus menangis karena ketika anjing Junior sakit dan ayahnya harus memmbunuhnya untuk meringankan penderitaan anjing tersebut karena mereka tidak sanggup untuk pergi ke dokter hewan. Sakit. Asin. Saya rasanya mau menangis lagi jika harus mengingatnya karena saya sendiri pecinta binatang. 

Saya punya tiga kucing dan saya tidak akan tahu apa yang harus saya lakukan jika mereka sakit parah karena saya juga tidak mampu untuk pergi ke dokter hewan.

Ya, saya tahu bagaimana hidup di ambang kemiskinan. Tidak, tidak semiskin Junior tapi saya mengerti bagaimana perasaan Junior melihat orang kulit putih yang hidup mapan.

"Who has the most hope?" - Junior

"White people." Junior's parents.

Saya tidak tahu banyak tentang sejarah Amerika, saya tahu jika orang kulit putih mengusir Indian dari tanah mereka sendiri, tapi hanya itu saja. Saya tidak mengerti kenapa harus ada reservasi untuk orang Indian.

"Reservations were meant to be prisons, you know? Indians were supposed to move onto reservations and die. We were supposed to disappear." - Junior

Karena membaca buku ini saya merasa bersyukur karena Indonesia memperoleh kemerdekaan dari orang kulit putih. Bayangan saya langsung tertuju ke suka aborigin yang ada di Australia. Begitukah hidup orang pribumi jika penjajah melakukan hal seperti yang dilakukan kulit putih di Amerika dan Australia pada Indonesia? Pada dasarnya banyak kemiripan orang Indian dan Indonesia...

Dari buku ini saya tahu jika untuk meringankan penderitaan mereka Indian minum alcohol. Lalu saya ingat dosen Budaya Nusantara saya yang jauh lebih tua dari nenek (beliau mulai kuliah ketika umurnya 40 tahun, ketika semua anaknya sudah kuliah) pernah berkata bahwa suku aborigin dan papua primitif kerjaannya hanya minum-minum, mereka ingin sukses seperti orang pendatang, tapi yang mereka lakukan hanya mengkhayal bisa sukses dengan minum-minum.

Ternyata kasusnya juga hampir sama dengan orang Indian. Mereka sangat dekat satu sama lain. Kekeluargaan mereka nomer satu. Harga diri mereka melebihi embel-embel nomer satu. Mereka menganggap sukses hanyalah milik orang kulit putih. Mereka begitu rendah menilai diri mereka sendiri. Ada apa dengan pola pikir pribumi ini? Saya sendiri 100% bukan orang Jawa tapi saya tinggal di Jawa. Memang banyak orang dari suku saya yang tidak mau membuat dirinya lebih baik dengan pendidikan yang baik, jadi saya sedikit mengerti, tapi saya lebih banyak tidak pahamnya kenapa orang tidak mau untuk menjadi lebih baik dengan pendidikan?

Buku ini sangat menarik. Saya pernah berkata saya terlalu tua untuk young adult dan saya jujur saja menghindari young adult. Namun buku ini membuat saya sadar, saya menghindari young adult dengan fantasy-nya. Dan juga, pada dasarnya saya adalah orang yang suka dengan buku yang membahas kebudayaan.

POV buku ini adalah orang pertama. Saya tidak akan suka first person POV jika orangnya tidak sarcastic, dan Junior adalah bocah empat belas tahun yang realis, sarcastis dan punya pandangan ironis tentang Indian, plus dia mesum. Wajar sih mengingat Junior berkata orang Indian suka bicara mesum.

Buku ini juga tidak semata-mata membuat orang kulit putih sebagai mahkluk jahat. Tidak seperti orang-orang di tumblr yang sering menghina red neck dan orang kulit putih secara serius, hal itu semakin menggila sejak kejadian Zimmerman. Ya, memang hal itu tidak adil, tapi apakah semua kulit putih seburuk itu? White privilege? Ada loh orang kulit putih yang miskin banget....yah walau jumlahnya juga tak banyak.

Semuanya abu-abu di sini, tidak ada satu pun karakter yang 100% baik di buku ini, manusia pada dasarnya punya sisi jeleknya masing-masing. Roger yang merupakan murid di sekolah kulit putih tempat Junior mengadu nasib mungkin memang rasist, tapi ketika Junior menunjukkan apa yang dia bisa, Roger mundur dan menghormatinya. Bahkan Junior punya semi-pacar orang kulit putih juga. 

Dia dianggap pengkhianat karena keluar dari reservasi, dia dianggap pencinta kulit putih karena sekolah orang kulit putih dan punya pacar cewek kulit putih. Maka dari itulah "part-time Indian". Ketika dia di reservasi dia tidak dianggap sebagai Indian, ketika di sekolah dia satu-satunya Indian.

Hidup bagi Junior adalah perjuangan menemukan jati dirinya sebagai individu dan sebagai anggota sebuah komunitas.

Empat bintang untuk bacaan yang menghibur dan mendidik. Bagi yang suka buku tentang budaya, yang suka dengan buku sejenis Laskar Pelangi, ini adalah buku yang saya anjurkan untuk dibaca :3

Oh ada informasi menarik juga, buku ini pernah masuk list "banned book" di perpustakaan Chicago dengan alasan bahasanya mesum, guyonan rasist dan diskusi tentang alcoholism dan kekerasan.

Hah. Saya sendiri akan mengusulkan buku ini diterbitkan di Indo dan ditaruh di perpustakaan sekolah...setidaknya SMA. Setidaknya buku ini lebih mendidik daripada novel-novel absurd tentang cinta yang sering saya temui di perpus sekolah lain (SMA saya dulu tidak begitu ya, ahahaha)

Tentang Penulis:


Sherman Alexie, Jr lahir di bulan Oktober, 1966. Dia tumbuh di reservasi Spokane. Alexie sudah menerbitkan 18 buku. Kebanyakan tulisannya berhubungan dengan pengalamannya sebagai modern Indian. 


2 comments:

  1. Ceritanya keren... Mau cari bukunya ah...
    Eh, salam kenal

    ReplyDelete
  2. iya, baru banget.

    sama-sama :D

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)