Friday, 30 August 2013

Let the Right One In oleh John Ajvide Lindqvist


Penulis: John Ajvide Lindqvist
Penerjemah: Tanti Lesmana
Bahasa: Indonesia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Genre: horor, misteri, fantasi
Halaman: 684
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮ ✮

~*~*~*~
"Be me a little"
~*~*~*~

Blurb:

Oskar dan Eli. Dua anak yang sama-sama menjadi korban, dalam cara yang sangat berbeda. Mungkin itu sebabnya mereka bersahabat, dan saling menjaga. Oskar adalah anak lelaki 12 tahun yang tinggal di kompleks apartemen pinggiran kota. Dia merindukan ayahnya yang tidak lagi bersama ibunya, dia selalu menjadi bulan-bulanan di sekolah, dan suka mengompol kalau ketakutan. Eli adalah anak perempuan yang baru pindah di sebelah rumah. Dia tidak pergi ke sekolah dan tidak pernah keluar pada siang hari. Eli adalah vampir berumur 200 tahun yang selamanya terperangkap sebagai kanak-kanak dan mesti hidup dari darah manusia.

Keduanya hanya ingin bertahan hidup...

~*~*~*~

Swedia adalah negara dari teman muslim shia pertama saya, lalu negara dari teman sesama fandom Gundam Wing, selain tahu dimana letaknya di luar kepala, saya hanya tahu itu negara yang pasti dinginnya bukan main.

Membaca buku ini adalah kesempatan saya untuk mengerti budaya negara ini, dari sudut pandang bocah vampire, cowok kecil yang dibully dan berbagai POV karakter lain di buku ini. Yah, tidak terlalu berbeda dengan negara kita, kalau kita mau lihat sisi positif negara ini. Saya tahu orang menciumi bau lem atau cat untuk mabuk, tapi saya gak tahu klo malah anak di bawah umur yang melakukannya :v

Dan, hal terbaik yang diberikan novel ini adalah: tidak ada vampire yang bercahaya dalam terang dan cinta menye-menye~ vampir di sini adalah tradisional (?) vampire, peminum darah yang membunuh mangsanya dan merubahnya. Dan yang membuat saya tambah girang adalah percintaan yang tidak biasa di novel ini. Entah kenapa saya menemukan kisah cinta Eli dan Oskar itu imut dan mengharukan. Seaneh apapun kalian melihatnya. Mereka imut. Titik. Saya selalu salut dengan orang yang punya loyalitas kuat, baik itu berdasar atau itu loyalitas buta sekalipun.

Saya banyak melihat review di GR yang membandingkan novel ini dengan *uhuk*Twilight*uhuk*, anti-twilight. Yah, saya tidak bisa membandingkan sendiri karena saya tidak baca Twilight. Bahkan berapa banyak buku dengan vampir di dalamnya yang pernah saya baca itu bisa dihitung pake tangan kiri saja, contohnya adalah Blood Ties #1. Lainnya hanya fanfic (nah klo ini BANYAK sekali) dan manga. Saya hampir lupa, Darren Shan!

Memang ya, vampir dan nafsong itu gak jauh-jauh amat ceritanya, pantesan sering sekali novel romance dengan tema ini yak :v

Juga buku ini mengingatkan saya dengan Shiki, ada vampire yang terjebak di tubuh dan pikiran anak kecil juga. Vampirnya juga tradisional, minum darah manusia sampai manusianya mati dan berubah jadi vampir juga. Tapi ending Shiki jauh, jauh lebih menyakitkan daripada buku ini. Shiki dan buku ini sama-sama mempertanyakan double standard manusia: vampire juga ingin hidup. Sama seperti makhluk lain yang harus membunuh makhluk lain untuk tetap hidup.

Sebagai peringatan, buku ini sadis dan blak-blakan. Bukan hanya manusia dan vampir-nya, tapi juga anak kecil yang melakukan penindasan pada anak kecil lain. Ditambah lagi dengan pedophilia-nya. Saya hampir nge-drop buku ini. Saya paling benci kalo ada anak kecil disakiti itu, saya gak tahan, sesederhana itu. Belum lagi kasus penindasan yang membuat saya pingin gigit Oskar. LAWAN OSKAR, LAWAN!!

Tapi selain dari hal menyebalkan di atas, ending dan feeling yang didapat saat membaca buku ini begitu besarnya sampai saya berikan bintang 5. Kudos to Lindqvist <3

9 comments:

  1. Bukunya banyak diobral dimana - mana tuh :D
    Dah liat filmnya? Aku belum nonton, kayaknya kalau memang mirip bukunya bakal sadis banget

    Shikinya Ryuu Fujisaki ya? Aku dulu baca, lalu parno sendiri hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, fuyumi ohno ceritanya, emang hebat orang satu ini klo bikin cerita supernatural. Horrornya selalu dapet.

      Dimana-mana itu dimana? Aku nyari obralan di Malang gak ada, ini masuk wish-list .__.

      Yoi, aku juga dah nonton filmnya, horror, tapi demi liat Eli dan Oscar, apa saja deh ^_^

      Delete
  2. Aq punya buku ini.. tapi blm dibaca *malu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehe baca dong bagus kok *bias*

      Delete
  3. Hmm... apa beli buku ini ya... mumpung masuk diskon besar gramed...

    ReplyDelete
    Replies
    1. BELI YUK BELI *kompor* *tapi pura2 gak denger klo ada diskon*

      Delete
    2. Diskon, lho, Mid, 25 proseeeeeeeen~ *teriak pake toa*

      Gramedia lagi sialan banget buku yang didiskon kece-kece sementara yang di toko buku trash semua. ihiks. My impulsivity cannot held.... ;___;

      Delete
  4. punya tapi belum baca, beli hasil obralan :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. whaaaaaaaaaaaaay aku gak pernah liat ini di obralan manapun whaaaay, aku kan pingin punya dan baca ulaaaang /sedih

      Delete

sankyu ya (*≧▽≦)