Saturday, 31 August 2013

His Majesty's Dragon oleh Naomi Novik


Judul: His Majesty's Dragon (Naga Sang Kaisar)
Penulis: Naomi Novik
Penerjemah: Ine Milasari Hidayat
Bahasa: Indonesia
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Genre: fantasy, historical, sci-fi, 
Halaman: 540 
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮

~*~*~*~
Tidak ada pesawat terbang, naga pun jadi. 
Kapten Laurance yang sesungguhnya adalah perwira angkatan laut harus banting setir menjadi penerbang Angkatan Udara Inggris ketika sebuah naga jatuh ke tangannya dan dia harus bertanggung jawab karena Temeraire, naga yang keluar dari telur tersebut memilihnya untuk menjadi pendampingnya. 
Inilah novel historical abad 19 yang dipadu dengan fantasy. Menjanjikan bukan?
~*~*~*~

Bagi yang suka naga dan historical fiction, saya misalnya, novel ini terdengar sangat menjanjikan. Benar sekali. Apalagi saya sudah teracuni oleh ide mbak Ren tentang dream-star-nya Will Laurance, tebak siapa? Iya, si Timun Inggris, seperti kata mas Tezar. Selama baca buku ini, image Will Laurance adalah si Timun di Parade's End. 

Awal abad 19, kita tahu, adalah masa-masa jayanya Napoleon Bonarpate, komandan militer ternama Perancis, dan seperti yang telah saya pelajari dari anime Hetalia, Igirisu benci Fransu. Iya, settingnya ini Inggris perang melawan Perancis. Kapten Will Laurance yang memimpin HMS Relian berhasil mengalahkan kapal Perancis dan salah satu barang jarahannya yang paling berharga adalah sebuah telur naga. Ketika telur itu menetas, naga tersebut tidak memilih orang yang ditunjuk untuk menjadi pendampingnya, melainkan Laurence sendiri. Mau tak mau Laurence harus mendampingi naga tersebut karena naga jumlahnya sedikit dan mereka harus dituruti apa maunya (kok kayak kucing?). Laurence menamai naga ini, Temeraire.

Seperti sebelum-sebelumnya, naga di setiap buku yang saya baca itu kenapa adorable bukan main. Mereka makhluk raksasa yang punya kepribadian kucing menurut saya pribadi (lebih karena saya suka kucing). Mulai dari Saphira yang sombong tapi imut, sampai Temeraire yang pengertian dan suka membaca. Hubungan antara Laurence dan Temeraire ini mendekati absurd, tapi endearing. Laurence yang awalnya sedih karena harus meninggalkan angkatan laut demi Temeraire akhirnya luluh juga (aduh siapa juga sih yang gak luluh). Bahkan Laurence memanggil Temeraire "sayangku", yang setiap saya baca bikin saya klepek-klepek dalam hati. Saya suka sekali cowok penyayang anak/binatang. 

“I should rather have you than a heap of gold, even if it were very comfortable to sleep on.” Temeraire to Laurence.

Hubungan mereka seperti guide/sentinel yang tak terpisahkan. Saya suka sekali karakterisasi Naomi Novik. Jempol. Pas sekali dengan mau saya.

Namun ceritanya sendiri menurut saya biasa-biasa saja. Keseluruhan buku ini lebih ditujukan agar Laurence bisa berdamai dengan nasibnya sendiri setelah bertemu dengan Temeraire. Adegan perang yang saya harapkan bisa heboh diceritakan begitu cepat dan kurang mendetail, pikir saya, "Lah? Udah?" Padahal dengan naga yang dibuat sebagai zepelin atau pesawat tempur, saya berharap adegannya tidak akan kalah dengan adegan pertempuran Last Exile (atau Gundam, lol) yang luar biasa kerennya. Keren kok ide pertempurannya, tapi expektasi saya terlalu tinggi. 

Penjelasan-penjelasan historical juga tidak disebutkan, padahal itu yang saya harapkan. Mungkin karena buku ini lebih menekankan pada fantasy dan perkembangan karakternya. Dan sayangnya Naomi Novik hanya konsentrasi pada Laurence dan Temeraire. Hubungan Maximus dan Brekley patut dijelaskan lebih lanjut. Lalu ada satu naga lagi, Levitas, yang seharusnya punya peran penting malah diceritakan sambil lalu. Sayang sekali.

Romance? Plus. Saya sampai senyum-senyum sendiri. Aneh, tapi karena anehnya itulah saya suka. Saya tidak menduga Laurence akan jatuh cinta pada wanita yang unik dan tidak begitu dijelaskan sejak awal :)

Empat bintang untuk novel beride menarik dari Naomi Novik. Bayangkan, jika Perang Paderi atau Perang Diponegoro yang punya timeline sama dengan novel ini menggunakan naga. Sungguh, seseorang buatkan saya novel tentang perang antara pribumi dan VOC menggunakan naga!

Warning buat yang cengeng: novel ini, bikin saya nangis sampai saya dehidrasi dan pusing.

6 comments:

  1. Nggg pengen baca buku ini tapi serinya kebanyakan... << tipe yang OCD masalah ngumpulin seri. Jadinya sampe sekarang masih bertahan baca ebook.

    Terjemahannya elex bagus nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. lawl, baca deh, idenya bagus kok :3

      Terjemahan elex bagus kok, aku sama sekali gak ngerasa ada yang aneh, komplainku cuman kualitas kertas elex :v

      Delete
  2. hmmm mau baca ini tapi kira2 bakal suka ga yah? kayanya musti dicoba baru tau yah.

    WHATT, sambungannya banyak ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. lawl, saya belum ngerti taste-nya mbak Lina jadi gak bisa nyaranin juga. Imo sih, ini bagus.

      Ho'oh sambungannya banyak *baru tahu kemarin juga* :v

      Delete
    2. lol. Ada 8 seri--dan sepertinya still counting?

      Delete
    3. seriously? Aku doain cepet tamat deh u__u

      Delete

sankyu ya (*≧▽≦)