Monday, 22 July 2013

The Novice (Black Magician Trilogy #2) by Trudi Canavan



Judul: Rahasia Sihir Hitam Mematikan (The Black Magician Trilogy #2)
Penulis: Trudi Canavan
Penerbit: Mizan Fantasy
Halaman: 739
Rating: T
Cover: paperback

Jika buku pertama itu setengahnya boring dan berisi hal-hal tidak penting yang membuat saya skip beberapa bagian, maka buku kedua membuat darah saya naik. Saya paling benci bully. Period.

Buku ini diawali dengan acara penerimaan murid di Universitas Persekutuan Penyihir, sedikit mengingatkan saya dengan Harry Potter dan saya agaknya sedikit setuju dengan orang-orang yang menilai jelek buku ini gara-gara mereka berpikir novel ini terlalu meniru Harry Potter. Yah, di dunia jarang kita bisa menemukan barang yang murni orisinil, seberapa banyak cerita fantasy yang telah dibuat? Itu selalu tergantung bagaimana cara penulis menyampaikan ceritanya.

Kembali lagi ke The Novice, yang membuat darah saya benar-benar naik adalah kasus pem-bully-an Sonea oleh murid-murid Universitas yang merasa Sonea tidak berhak berada di sana karena dia adalah orang dari kawasan kumuh. Hari gini masih ngomongin gituan? Iya. Mungkin saya sendiri gak pernah merasakan langsung menuntut ilmu dengan orang-orang kaya yang sombong, tapi kasus seperti ini memang ada. Saya pikir, sebagai mantan anak jalanan, Sonea sama sekali tidak punya nyali, saya pikir jika anak jalanan diejek oleh orang kaya, mereka akan pukul balik. Saya pernah di-bully waktu kecil, tapi saya main pukul jadi kasus seperti ini bukan mimpi buruk bagi saya pribadi, tapi melihat orang di-bully dan tidak membalas pengganggu mereka selalu membuat saya gemas sekali. Apa karena Sonea perempuan sehingga dia tak mau membalas?


Toh bukan salah Sonea jika penyihir yang menganggap diri mereka orang elit dan terhormat suka menebar benih tanpa pikir panjang sehingga ada anak dari pemukiman kumuh bisa memiliki sihir? Salah satu siswa di Universitas yang membuat saya benci setengah mati adalah Regin, bahkan dia lebih menyebalkan dari Draco Malfoy yang entah kenapa adalah karakter yang membuat saya suka dengan Harry Potter series (maaf, saya sering sekali membandingkan novel ini dengan Harry Potter). Regin, saking bobrok sifatnya juga berani memukul Sonea yang jelas-jelas seorang perempuan, dimana perasaan orang-orang elit ini?

Selain tentang perjuangan Sonea di Universitas Penyihir Kyralia, di buku kedua ini kita akan mengikuti petualangan Dannyl menjelajahi negara lain di dunia novel high fantasy karya pengarang asal Australia ini. Jika dilihat, entah kenapa saya melihat peta Kyralia ini sedikit mirip benua Australia.

Di buku ini kita akan dibawa untuk mengerti budaya dan adat negara aliansi. Elyne yang liberal, mengingatkan saya pada negara-negara Barat; Lonmar, daerah gurun yang mengutamakan kesederhanaan dan agama mereka; Lan dengan suku-suku pejuang mereka; dan Vin yang merupakan negara kepulauan yang sedikit mengingatkan saya dengan Indonesia. Serta, dalam perjalanan inilah Dannyl menemukan apa yang sebenarnya dia inginkan. Mungkin ada yang menyadari petunjuk-petunjuk tentang masalah yang dihadapi Dannyl di buku satu, di buku kedua, dia akan berdamai dengan masa lalunya dan bersemilah cinta~

Cinta juga bersemi untuk Sonea, benar-benar dari orang tak terduga karena penulis tidak ragu untuk menambah karakter baru ;)

Lalu bagaimana dengan Ketua Tertinggi? 

Satu lagi masalah utama di buku kedua adalah terjadinya pembunuhan tanpa sebab yang jelas. Sonea yang telah diangkat menjadi murid oleh Ketua Akkarin menduga Ketua Tertinggi yang ada di balik kejadian ini. Dan di sinilah yang paling saya suka dari The Black Magician Trilogy, plotnya tidak terduga :))

Biasanya saya tidak akan menyukai cerita dengan tokoh utama perempuan, saya tidak suka damsel in distress, tapi jelas Sonea bukan damsel in distress walau dia tidak mau melawan murid lain yang mengganggunya. Dan juga, buku ini tidak melulu tentang Sonea, entah mengapa saya merasa Dannyl sebagai tokoh utama juga di sini. Yang mengingatkan saya novel ini tidak akan ok dibaca oleh orang yang tidak terbuka pikirannya. Selain plot yang menarik, Trudi Canavan memberikan pembaca sebuah fakta bahwa manusia itu berbeda-berbeda yang harus bisa dimengerti. Empat bintang untuk The Novice ;)

1 comment:

  1. Emm, aku agak ngerasa gimanaa gitu mbak kalo baca novel terjemahan. Universitas Persekutuan Penyihir? Ketua Tertinggi? Entah ya, terkesan agak janggal~

    ReplyDelete

sankyu ya (*≧▽≦)