Monday, 22 July 2013

The Girl Who Loved Tom Gordon by Stephen King


Judul: The Girl Who Loved Tom Gordon
Penulis: Stephen King
Penerbit: Pocket Boss (Paperback)
Bahasa: Inggris
Halaman: 264
Status: Pinjam dari Perpustakaan Kota Malang
Bintang: ✮ ✮ ✮ ✮
Review di Goodreads: clicky

Ringkasan:

Trisha McFarland is a plucky 9-year-old hiking with her brother and mom, who is grimly determined to give the kids a good time on their weekends together. Trisha's mom is recently divorced, and her brother is feuding with her for moving from Boston to small-town Maine, where classmates razz him. Trisha steps off the trail for a pee and a respite from the bickering. And gets lost.

Anda pasti sering dengar nama Stephen King kan? 

Ketika tingkat 2 saya pernah mencari ebook tentang werewolf dan diantara tumpukan ebook yang tidak mungkin saya baca semua itu ada nama Stephen King. Adakah hubungannya orang ini dengan Stephen Spielberg atau Stephen Hawking? Saat itu saya hanya tau pasti wajah Stephen Hawking. Lainnya? *angkat bahu*

Lalu tahun lalu saya menonton The Mist  bareng adek yang baru berumur 10 tahun, film horror thriller yang sukses buat adek saya tertegun dan gak bisa mencerna akhir cerita yang memang....sakit banget. Film yang bikin mual, asin, meninggalkan perasaan hampa karena yang tersisa adalah perasaan tak percaya dan sedih. Anggap saya lebay karena saya memang bukan fans film horror. Saya penakut level 9. 


Saat itulah saya melihat nama Stephen King, ternyata film itu adalah adaptasi novel Stephen King. 

Saya jadi penasaran dengan karya Stephen King yang lain. Loh, tadi bilang klo penakut? Saya ini tipe penakut yang suka cerita horror. Ada kok orang seperti itu. Bukan saya saja.

Nah, beruntung perpus fav saya di dunia setelah perpus SMA, Perpus Kota Malang, ini punya novel dari Stephen King, waktu itu saya hanya nemu ini sih, buku impor, yay :3

Nah, saya mengharapkan novel ini sesakit The Mist, tapi ternyata tidak, ini berbeda dengan The Mist, thriller iya, supernatural? yah dikit. Plot cerita juga sederhana: gadis 9 tahun tersesat di hutan.

Namun hal itu tidak menghilangkan kesan Stephen King. Trisha tersesat di hutan dalam selama dua minggu gadis ini bertahan hidup. Trisha memang bodoh dari sudut pandang saya yang benci typical cewek bodoh yang ada di cerita-cerita, tapi dia masih sembilan tahun, wajar jika dia melakukan kesalahan fatal. Kids do that all the time. Nasib Trisha memang jelek.

Yang perlu diacungi dari Trisha adalah tekatnya untuk bertahan hidup. Dia dikeroyok lebah, makan tumbuhan yang membuatnya sakit, kehujanan, kedinginan dan merasa diburu oleh sesuatu yang mengerikan (ini unsur horrornya). Bagaimana gadis ini bisa bertahan?

Dia berkhayal.

Dia berkhayal jika atlit baseball favoritnya, Tom Gordon dari Red Sox menemaninya. Sakit kan? :(

Novel ini tidak sehorror yang saya bayangkan (karena ini Stephen King), tapi tetap menyakitkan, khas King sekali. Sukses membuat saya mempertanyakan kemampuan bahasa Inggris saya karena hampir 50% tanaman dan serangga yang disebutkan di novel ini saya tidak tau Indonesianya apa >_<!! 

Lalu bagaimana nasib Trisha? Apakah dia selamat? Yah, saya tidak mau spoiler, yang jelas ini sangat menegangkan dan happy ending. Rasanya jika berhenti membaca ini, saya menyerah begitu atas keadaan Trisha, seakan-akan saya harus menemani Trisha sampai akhirnya dia selamat :))


2 comments:

  1. Stephen king emang rajanya novel2 yang thriller2 supernatural gitu... hehe ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hu'uh, aku juga lagi nonton under the dome. di indo buku stephen king udah berapa novel yang diterbitin?

      Delete

sankyu ya (*≧▽≦)