Tuesday, 23 July 2013

Stupid Fast by Geoff Herbach


Penulis: Geoff Herbach
Bahasa: Inggris
Genre: YA, sport, humor, family, romance
Terbit: 2011

Sinopsis:

Felton Reinsten melihat ayahnya gantung diri saat ia masih berumur lima tahun. Dia dijuluki Squirrel Nuts karena dia kecil dan kagetan. Tapi musim panas itu dia hanya ingin makan dan tidur yang membuatnya tumbuh menjadi super besar dan super tinggi. Hal itu membuat atlet slash bully yang bau badannya seperti bau kencing mengajaknya untuk ikut tanding lari, ibunya tiba-tiba membencinya dan adiknya berhenti bermain piano dan banting setir menjadi bajak laut. 

Salahkah dia tumbuh?

Review:

Tokoh utama namanya Felton, check (gak ada hubungannya sama Tom Felton). Setting Midwest, check. Olahraga, check. Cukup tiga alasan dan maju!

Ya, jujur saja saya baca novel ini gara-gara covernya, juga karena saya baca teaser buku ketiga yang ceritanya tentang atlet cowok dodol yang lagi kuliah. Lalu saya nyari buku pertama baca satu bab dan langsung tertarik. Jaranglah ya Young Adult novel dari sudut pandang non-nerd
(atau saya saja yang kurang luas pandangannya), karena saya sudah bosan dengan tokoh utama nerd yang suka buku dan bla bla, yang bodoh please satu aja dan saya dapat sejenis shonen manga berwujud novel.

Yah, saya suka manga sport, diracuni oleh Adachi Mitsuru dengan H2-nya dan saya senang sekali karena novel ini memang dari sudut pandang cowok dodol sederhana dari kota antah berantah di Midwest. Capek saya dengan tokoh utama super cerdas.

Felton, seperti yang saya sebutkan di atas, memang cowok lugu dengan pola pikir sederhana. Dia mengumpat dengan kata-kata rasis yang tidak ia mengerti artinya. Dia takut akan kenyataan yang membuatnya tidak peduli apa yang terjadi pada ibunya dan adik laki-lakinya. Pertumbuhannya yang super cepat di musim panas membuatnya diterima klub football dan karena dia harus menggantikan pekerjaan mengirim koran sahabatnya....dia dapat pacar, Aleah, pianis kulit hitam yang berlatih pukul enam pagi dengan gaun tidur. Felton tidak peduli apapun kecuali membuat tubuhnya kuat dan Aleah (bunyinya persis seperti shonen manga).

Namun. big body, big heart, pada akhirnya dia sadar dia tak bisa lari dari kenyataan. Dia harus berbuat sesuatu untuk membuat ibunya berhenti mengurung diri di kamar membaca novel romance sex picisan dan nonton TV terus dan tidak mengurus kedua anaknya dan itu semua gara-gara dia tumbuh jadi besar dan tinggi dan ingin menjadi atlet. Ya, ternyata ini juga ada hubungannya dengan ayahnya yang mati bunuh diri.

Felton bukan karakter sempurna, jelas dari fakta bahwa dia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada keluarganya. Saya gemas sendiri lihatnya, tapi dia masih remaja dan dia cowok, saya sedikit maklum. Dia juga dalam fase alay dimana semua orang itu menyebalkan. Dan sungguh dia manusiawi.

Novel dengan alur cepat seperti judulnya. Ditulis dari sudut pandang pertama Felton membuat saya selalu tersenyum selama membacanya, dan sekali menangis karena sepertinya semua YA seperti ini harus membuat pembaca menangis. Tidak terlalu rumit dan bisa dibilang mudah ditebak maunya apa. Kisah remaja dan keluarganya yang agak carut marut dengan sedikit humor sana sini karena Felton rada dodol (yang klo di Indo gaya ceritanya mirip Raditya Dika, simple but darker). Menghibur ketika memang saya ingin membaca novel yang tidak begitu berat, baik ukuran maupun isinya. Entah kenapa juga novel ini mengingatkan saya pada Diary of Wimpy Kid yang dipinjam teman dan belum dikembalikan. 

Tentang penulis:

Geoff Herbach adalah penulis novel, pembawa acara radio, ayah dari dua orang anak, dan partner dari seorang wanita Iowa. Suka kota tapi lebih suka suasana pedesaan. Dari wajahnya ia terlihat seperti jock dan dork sekaligus ya?



No comments:

Post a Comment

sankyu ya (*≧▽≦)